BORNEONEWS, Sampit - Satlantas Polres Kotim masih belum mendapat keterangan Taufik, pengendara Yamaha Vixion KH 2143 FQ, yang menabrak sepeda motor Mega Pro yang dikendarai Sahrin (40) dari belakang, hingga tewas terpanggang bersama motornya.
“Kami masih menunggu pengendara Vixion sembuh dulu. Setelah itu baru kami minta keterangannya,” kata Kasat Lantas Polres Kotim. AKP Bony Ariefianto, Senin (2/1/2017).
Saat ini, Taufik masih dirawat di RSUD dr Murjani Sampit bersama temannya yang dibonceng yakni Mustain.
Taufik menderita luka lecet di pipi kanan, bahu kanan, punggung kanan dan kiri. Sedangkan untuk Mustain, lecet pelipis kanan, bahu kanan, dan siku sebelah kanan.
Polisi juga belum menetapkan tersangka dalam kejadian tersebut. Polisi sudah mengamankan dua kendaraan bermotor pada kecelakaan lalu lintas itu.
“Kami amankan barang bukit berupa dua sepeda motor. Sedangkan tersangka hingga saat ini belum ditetapkan,” ungkap Boni.
Sementara untuk Sahrin pengendara motor Mega Pro yang tewas terbakar bersama motornya sudah di makamkan pada Senin (2/1/2016) sore.
“Rencananya pagi dikuburkan, namun karena anak korban yang nomor dua sekolah di Pondok Pesantren Banjarmasin, sehingga menunggu kedatangannya lebih dulu,” kata Noor Elman, warga sekitar.
Sebelumnya, kecelakaan maut itu bermula saat korban mengendarai sepeda motor bersama isterinya pulang usai menikmati liburan tahun baru di Desa Ujung Pandaran.
Di lokasi kejadian, kendaraan yang ditunggangi korban ditabrak oleh pengendara sepeda motor Vixion KH 2143 FQ dari arah belakang. Korban terjatuh dan tertindih kendaraannya. Sementara isteri korban terpental hingga ke luar badan jalan.
Jatuhnya kendaraan korban ternyata menyebabkan tutup tangki bbm terlepas dan mengeluarkan bensin. Diduga, ada percikan api yang menyambar bensin hingga menimbulkan kobaran api yang membakar korban bersama kendaraannya.
Sementara untuk pengendara Vixion bernasib lebih mujur dan dirawat di RSUD dr Murjani Sampit. (M.HAMIM/B-11)








