BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmen memperkuat koordinasi lintas daerah guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 secara virtual, Selasa 5 Mei 2026.
“Pengendalian inflasi harus menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan karena stabilitas harga berpengaruh terhadap daya beli dan kesejahteraan masyarakat,” kata Yuas di Palangka Raya, Selasa, 5 Mei 2026.
Yuas juga menyampaikan bahwa inflasi Kalimantan Tengah tercatat sebesar 3,66 persen dan menjadi perhatian pemerintah daerah untuk terus dikendalikan.
“Kami akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, Badan Urusan Logistik, dan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga ketersediaan pasokan serta stabilitas harga kebutuhan pokok,” pungkas Yuas.
Adapun berdasarkan data BPS tercatat inflasi Kalteng terutama dipicu oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau, dengan komoditas seperti beras dan angkutan udara menjadi penyumbang utama. (HERMAWAN DP/H)









