PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Stabilitas harga dinilai berpengaruh langsung terhadap daya beli dan kesejahteraan masyarakat sehingga pengendalian inflasi harus menjadi perhatian bersama.

Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 secara virtual, Selasa, 5 Mei 2026.

“Pengendalian inflasi harus menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan karena stabilitas harga berpengaruh terhadap daya beli dan kesejahteraan masyarakat,” kata Yuas di Palangka Raya, Selasa, 5 Mei 2026.

Selain itu, pemerintah daerah juga didorong untuk memperkuat langkah pengendalian melalui penguatan distribusi dan pengawasan harga di lapangan.

Adapun Data BPS Kalteng per 4 Mei 2026, mencatat pada April 2026, Provinsi Kalimantan Tengah mengalami inflasi tahunan year-onyear (y-on-y) sebesar 3,66 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,97.

Inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kabupaten Kapuas sebesar 3,97 persen dengan IHK sebesar 113,92. Sedangkan inflasi y-on-yterendah terjadi di Kabupaten Sukamara sebesar 2,81 persen dengan IHK sebesar 112,93.

Tingkat inflasi bulanan (month-to-month, m-to-m) dan inflasi tahun kalender (year-to-date, y-to-d) Provinsi Kalimantan Tengah pada April 2026 sebesar 0,41 persen dan 1,81 persen. (HERMAWAN DP/H)