PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik mencatat dinamika ketenagakerjaan di Kalimantan Tengah menunjukkan tren yang relatif stabil pada Februari 2026. Jumlah angkatan kerja mengalami peningkatan, meski tingkat partisipasi justru sedikit menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Pusat Statistik Kalimantan Tengah, Maria Wahyu Utami, dalam Berita Resmi Statistik pada Selasa, 5 Mei 2026 menyampaikan bahwa jumlah angkatan kerja berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) mencapai 1,504 juta orang.

"Angka ini bertambah 6,33 ribu orang dibanding Februari 2025," kata Maria.

Namun demikian, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja atau TPAK tercatat sebesar 69,20 persen atau turun 0,70 persen poin secara tahunan. Penurunan ini mengindikasikan adanya sebagian penduduk usia kerja yang tidak masuk dalam angkatan kerja, baik karena melanjutkan pendidikan maupun faktor lainnya.

Dari sisi penyerapan tenaga kerja, jumlah penduduk bekerja pada Februari 2026 mencapai 1,452 juta orang, meningkat 6,68 ribu orang dibandingkan tahun sebelumnya. Sektor pertanian masih menjadi tulang punggung dengan menyerap tenaga kerja terbesar, yakni 513,11 ribu orang atau sekitar 35,32 persen dari total pekerja.

"Sementara itu, proporsi pekerja di sektor formal juga menunjukkan perbaikan. Pada Februari 2026, jumlah penduduk bekerja di sektor formal mencapai 716,61 ribu orang atau sebesar 49,33 persen, meningkat 1,21 persen poin dibandingkan Februari 2025," tambahnya.

Di sisi lain, kondisi setengah penganggur dan pekerja paruh waktu mengalami penurunan. Persentase setengah penganggur tercatat sebesar 4,66 persen, turun 1,27 persen poin. Sedangkan pekerja paruh waktu sebesar 25,36 persen, berkurang 1,87 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya.

"Untuk tingkat pengangguran, BPS mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2026 berada di angka 3,44 persen," jelas Maria.

Angka ini turun tipis sebesar 0,03 persen poin dibandingkan Februari 2025, mencerminkan perbaikan meski belum signifikan dalam penyerapan tenaga kerja secara keseluruhan. (TESTI PRISCILLA/H)