PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memperkuat sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah bersama pemerintah kabupaten dan kota untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok.

Langkah tersebut disampaikan Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 secara virtual dari Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Selasa, 5 Mei 2026.

Yuas Elko menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga ketersediaan pasokan.

“Kami akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, Badan Urusan Logistik, dan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga ketersediaan pasokan serta stabilitas harga kebutuhan pokok,” pungkas Yuas.

Tercatat Inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kabupaten Kapuas sebesar 3,97 persen dengan IHK sebesar 113,92. Sedangkan inflasi y-on-yterendah terjadi di Kabupaten Sukamara sebesar 2,81 persen dengan IHK sebesar 112,93.

Tingkat inflasi bulanan (month-to-month, m-to-m) dan inflasi tahun kalender (year-to-date, y-to-d) Provinsi Kalimantan Tengah pada April 2026 sebesar 0,41 persen dan 1,81 persen. (HERMAWAN DP/H)