BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) bersama BPJS Ketenagakerjaan menggelar Apresiasi Anugerah Desa Terbaik Tahun 2025 sebagai bentuk penguatan komitmen menuju Universal Coverage Jamsostek (UCJ). Upaya tersebut untuk memperluas perlindungan tenaga kerja di tingkat desa.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kiai Gede Kantor Bupati Kobar pada Selasa, 5 Mei 2026. Ajang tersebut menjadi penghargaan sekaligus evaluasi bagi pemerintah desa dalam mengoptimalkan perlindungan sosial bagi para pekerja, khususnya sektor informal dan rentan.
Turut hadir Wakil Bupati Kobar, Suyanto secara langsung dalam kegiatan tersebut bersama jajaran pemerintah daerah dan seluruh kepala desa se-Kobar. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya peran desa sebagai ujung tombak dalam memperluas kepesertaan program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Suyanto mengungkapkan, capaian Universal Coverage Jamsostek di Kabupaten Kobar saat ini berada di angka 53 persen. Meski menunjukkan progres, angka tersebut dinilai masih perlu ditingkatkan mengingat jumlah tenaga kerja yang terus bergerak dinamis.
Ia pun menegaskan, pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, BPJS Ketenagakerjaan, serta masyarakat untuk mengejar target peningkatan cakupan pada 2026.
Dengan iuran yang relatif terjangkau, diharapkan semakin banyak pekerja yang terlindungi dan mendapatkan jaminan sosial yang layak.
“Dengan jumlah iuran yang relatif terjangkau, seharusnya pilihan untuk mendaftarkan diri dalam kepesertaan Jamsostek harus terus ditingkatkan,” tegas Suyanto.
“Diperlukan kerja sama yang sinergis antara Pemerintah Daerah, masyarakat, dan BPJS Ketenagakerjaan agar target ini dapat terwujud,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kobar, Aida Lailawati, menjelaskan, bahwa apresiasi ini tidak sekadar seremoni, melainkan bagian dari strategi mendorong desa agar lebih aktif melindungi warganya melalui program Jamsostek.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan penghargaan kepada desa-desa yang telah berkomitmen dan aktif dalam mewujudkan Universal Coverage Jamsostek,” ujar Aida Lailawati.
Menurutnya, desa memiliki posisi strategis dalam menjangkau pekerja rentan yang selama ini belum tersentuh perlindungan. Karena itu, penghargaan diberikan kepada desa yang dinilai berhasil menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan kepesertaan.
Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan Kobar, hingga triwulan pertama 2026 tercatat 61.568 pekerja telah terdaftar dalam program tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 2.979 pekerja mendapat pembiayaan melalui APBD dan APBDes, sementara 11 desa telah aktif mendaftarkan pekerja rentan.
Dalam ajang tersebut, Desa Dawak berhasil meraih peringkat pertama sebagai desa terbaik. Disusul Desa Natai Baru di posisi kedua dan Desa Riam Durian di posisi ketiga. Sementara itu, kategori harapan diberikan kepada Desa Sakabulin, Tanjung Terantang, dan Pangkalan Banteng. (NURITA/H)









