BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Ulah sejumlah pria berperawakan kekar mulai meresahkan warga Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat dan sekitarnya. Mereka sering muncul tiba-tiba di area parkir dan memeriksa kendaraan yang ada. Merekalah para juru tagih (debt collector).

Kejadian itu pertama kali diketahui saat salah satu akun Facebook milik Adi Zaki mengunggahnya di grup jual beli online. Pada keterangan fotonya, Ia menyebut aksi pria yang diduga sebagai dept colector (juru tagih) dari perusahaan pembiayaan kendaraan bermotor.

"Tiba-tiba mereka datang dan periksa motor di parkiran, semua motor diperiksa," kata Adi Zaki membalas salah satu komentar pada, Senin (2/1/2017).

Adi Zaki menyebut tindakan mereka lebih mirip aparat kepolisian. Begitu melihat sepeda motor tanpa pelat nomor, mereka langsung mendatangi dan memeriksa kelengkapan surat dan juga memeriksa nomor rangka dan nomor mesin kendaraan.

Senada diungkapkan akun milik Mely Hutauruk. Ia mengatakan beberapa hari lalu orang yang sama juga melakukan aksi periksa sepeda motor itu di daerah Karang Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng. "Sikapnya arogan, sempat ribut-ribut dan dikejar sampai rumahnya," tulis dia.

Saat ditanya pemilik motor, mereka mengaku mencari motor hilang. Beberapa kali, mereka juga mengaku sebagai juru tagih perusahaan pembiayaan kendaraan bermotor.

"Dari penuturan salah seorang warga yang motornya diperiksa oleh mereka, bilangnya cari motor yang hilang. Tapi sikapnya arogan, aparat kepolisian saja tidak seperti itu tingkahnya," ujarnya.

Sementara, sejumlah warga menyebut jika empat pria kekar itu datang dari luar daerah karena mereka menggunakan kendaraan pelat Kabupaten Kotawaringin Timur (KH----F). "Tidak tahu orang mana, pake mobil warna merah plat Sampit (Kotawaringin Timur)," bebernya.

Kapolsek Pangkalan Banteng Iptu Sudarsono mengonfirmasi kebenaran kejadian itu. Ia baru mengetahuinya dari media sosial (medsos).
"Seharusnya warga langsung lapor ke kami jika menemukan kejadian seperti ini," pinta Kapolsek.

Menurut Kapolsek, tindakan yang dilakukan oleh sejumlah pria tidak dikenal itu sangat meresahkan dan berpotensi pada tindak kejahatan. Bahkan, ia sempat mendapat informasi adanya warga yang dimintai uang tebusan sebesar Rp1 juta. "Kalau tidak dikasih, mereka diancam akan ditarik motornya," ungkap Sudarsono.

Jika memang mereka mengaku sebagai juru tagih, jelas Kapolsek, warga jangan segan menanyakan identitasnya. Kita harus cegah tindak kejahatan, jangan sampai hanya melapor setelah jatuh korban.
"Pastikan dari perusahaan mana dan siapa namanya," tandasnya. (FAHRUDDIN FITRIYA/B-10)