PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Tim dari Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya bersama Ketua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Darus Sa'adah, Pujiono melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II A Palangka Raya.

Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka monitoring dan evaluasi pelaksanaan Ujian Pendidikan Kesetaraan Paket B yang sedang berlangsung di lingkungan penjara.

Kepala Lapas Perempuan Kelas II A Palangka Raya, Hani Anggraeni, melalui Kepala Seksi Binadik Naniek Dwiyana, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh proses ujian berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Pengawasan ketat dilakukan untuk menjamin kualitas serta integritas pelaksanaan ujian bagi setiap peserta didik," katanya, Rabu, 6 Mei 2026.

Dalam pelaksanaannya, tim melakukan peninjauan langsung ke ruang ujian, memeriksa kesiapan sarana dan prasarana, serta berdialog dengan penyelenggara maupun peserta.

Langkah ini diambil guna memperoleh gambaran menyeluruh terkait jalannya ujian, termasuk untuk mengidentifikasi kendala-kendala yang mungkin dihadapi di lapangan agar dapat segera dicarikan solusinya.

Menariknya, di tengah pelaksanaan ujian tersebut, tercatat ada satu Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang turut berpartisipasi dan mengikuti tes dengan serius.

Keikutsertaan narapidana ini menunjukkan komitmen Lapas Perempuan dalam memberikan hak pendidikan bagi para penghuninya, sehingga mereka tetap memiliki kesempatan untuk meningkatkan kualitas diri meskipun sedang menjalani hukuman.

Sementara itu, Ketua PKBM Darus Sa'adah, Pujiono, menegaskan bahwa ujian Paket B merupakan bagian sangat penting dalam memberikan kesempatan pendidikan setara tingkat SMP bagi masyarakat luas, termasuk di lingkungan pemasyarakatan.

Ia menekankan pentingnya menjaga kredibilitas ujian agar hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki peserta.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, diharapkan kualitas pelaksanaan Ujian Pendidikan Kesetaraan Paket B dapat terus ditingkatkan.

"Hal ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan akses serta mutu pendidikan nonformal di Kota Palangka Raya, sekaligus membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi siapa saja yang ingin belajar," pungkasnya. (PATHUR/R)