BORNEONEWS, Banjarmasin - Kalimantan Selatan berduka atas wafatnya ulama kharismatik sekaligus mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Selatan dua periode, KH Husin Naparin, pada Rabu, 6 Mei 2026.
KH Husin Naparin dilaporkan meninggal dunia sekitar pukul 08.30 WITA di Rumah Sakit Islam Sultan Agung KM 17, Banjarbaru. Almarhum mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan akibat sakit yang telah lama dideritanya.
Kepergian tokoh agama kelahiran Paringin Selatan, Kabupaten Balangan, 10 November 1947 tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, santri, hingga masyarakat Kalimantan Selatan. Sosoknya dikenal luas sebagai ulama yang istiqamah dalam dakwah dan pembinaan umat.
Semasa hidup, KH Husin Naparin aktif berdakwah melalui berbagai majelis taklim dan pengajian. Selain itu, almarhum juga kerap menjadi rujukan masyarakat dalam persoalan keagamaan, sosial, maupun pembinaan moral umat.
Dedikasinya di organisasi keagamaan turut tercatat melalui kepemimpinannya sebagai Ketua MUI Kalimantan Selatan selama dua periode. Dalam masa pengabdiannya, almarhum dinilai berkontribusi besar dalam memperkuat peran ulama di tengah masyarakat.
Prosesi penghormatan terakhir berlangsung khidmat. Pada siang hari, jenazah disalatkan di Masjid Jami Banjarmasin yang dipadati jamaah dari berbagai daerah. Selanjutnya, almarhum diberangkatkan menuju Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai sebelum dimakamkan di Kalahiang, Paringin, Kabupaten Balangan.
"Kami dari pihak keluarga menyampaikan permohonan doa kepada masyarakat agar almarhum diberikan ampunan atas segala khilaf, diterima amal ibadahnya, serta ditempatkan di sisi terbaik Allah SWT," demikian pesan yang beredar dari pihak keluarga, sesaat setelah kabar wafatnya beliau.
Wafatnya KH Husin Naparin menjadi kehilangan besar bagi dunia dakwah dan masyarakat Kalimantan Selatan. (SABRIANOOR/j)









