BORNEONEWS, Palangka Raya - Nilai Tukar Petani atau NTP Provinsi Kalimantan Tengah pada April 2026 menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah, NTP tercatat sebesar 139,43 atau naik 1,22 persen dibandingkan Maret 2026.
Statistisi Ahli Madya BPS Kalteng, Taufiqurrahman, menjelaskan bahwa kenaikan ini didorong oleh meningkatnya indeks harga yang diterima petani atau It sebesar 1,86 persen, lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani atau Ib sebesar 0,62 persen.
"Kondisi ini menunjukkan daya beli petani mengalami perbaikan, karena pendapatan yang diterima meningkat lebih besar dibandingkan pengeluaran," kata Taufiqurrahman pada Rabu, 6 Mei 2026.
Secara subsektor, kenaikan tertinggi terjadi pada hortikultura sebesar 1,97 persen. Disusul tanaman perkebunan rakyat yang naik 1,54 persen, serta tanaman pangan sebesar 0,58 persen.
"Sementara itu, subsektor peternakan mengalami kenaikan tipis sebesar 0,08 persen.
Di sisi lain, subsektor perikanan menunjukkan pergerakan beragam. Perikanan budidaya mengalami kenaikan sebesar 0,36 persen, sedangkan perikanan tangkap justru turun tipis 0,02 persen," terangnya.
Taufiqurrahman menambahkan, kenaikan NTP dipengaruhi oleh meningkatnya harga sejumlah komoditas seperti kelapa sawit, karet, gabah, sapi potong, hingga tomat. Sementara dari sisi pengeluaran, kenaikan harga bensin, gula pasir, bawang merah, serta beras turut memengaruhi struktur biaya petani.
Ia menegaskan, tren positif ini menjadi sinyal membaiknya kesejahteraan petani, meski tetap perlu diantisipasi fluktuasi harga ke depan agar stabilitas tetap terjaga. (TESTI PRISCILLA/J)









