PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP terus memperkuat komitmennya dalam mendorong inovasi berbasis riset di sektor perkebunan. Melalui program Grant Riset Sawit 2024, BPDP mendukung lahirnya teknologi autonomous intermittent fertilizer spreader, hasil kolaborasi tim peneliti INSTIPER bersama PT Bumitama Gunajaya Agro atau BGA.

Teknologi tersebut berupa traktor otonom yang dirancang khusus untuk mendukung kegiatan pemupukan di perkebunan kelapa sawit. Inovasi ini dinilai mampu menjawab tantangan efisiensi operasional sekaligus meningkatkan ketepatan dalam aplikasi pupuk yang selama ini menjadi persoalan di sektor budidaya.

Dalam peluncuran dan pemaparan hasil riset, Kepala Divisi Penyaluran Dana BPDP, Rahmat Widiana, menegaskan pentingnya penguatan riset aplikatif dalam mendorong transformasi industri perkebunan nasional.

“BPDP melalui program grant riset mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga dapat diimplementasikan langsung di lapangan dan memberikan dampak nyata bagi industri,” ujarnya pada Rabu, 6 Mei 2026.

Berdasarkan hasil uji coba, penggunaan traktor otonom ini mampu meningkatkan efisiensi kegiatan pemupukan hingga 60 persen dibandingkan metode konvensional. Selain itu, sistem yang terintegrasi memungkinkan distribusi pupuk dilakukan secara lebih presisi melalui pengaturan dosis dan pola sebar yang terukur.

Pendekatan berbasis otomatisasi ini juga dinilai mampu mengatasi keterbatasan tenaga kerja di sektor perkebunan, sekaligus mendorong peningkatan produktivitas kebun secara menyeluruh.

"Teknologi tersebut turut mendukung praktik perkebunan berkelanjutan melalui penggunaan input yang lebih efisien dan minim pemborosan," tegasnya.

Pengembangan inovasi ini menjadi contoh nyata sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam skema Grant Riset BPDP. Kolaborasi tersebut memungkinkan proses riset lebih adaptif terhadap kebutuhan lapangan serta mempercepat hilirisasi teknologi.

"Ke depan, BPDP berharap semakin banyak inovasi serupa yang tidak hanya berhenti pada tahap penelitian, tetapi dapat diimplementasikan secara luas," tuturnya.

Dengan dukungan berkelanjutan, sektor perkebunan Indonesia diharapkan mampu bertransformasi menjadi lebih modern, efisien, dan berdaya saing tinggi. (TESTI PRISCILLA/j)