PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Kalimantan Tengah mencatat jumlah pengangguran di provinsi setempat pada Februari 2026 mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pelaksana Tugas Kepala BPS Kalteng, Maria Wahyu Utami mengatakan, jumlah pengangguran pada Februari 2026 tercatat sekitar 51.710 orang.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Februari 2025 yang mencapai 52.050 orang.

Maria menjelaskan, komposisi angkatan kerja di Kalimantan Tengah pada Februari 2026 terdiri dari lebih dari 1,4 juta penduduk bekerja dan 51.710 orang pengangguran.

“Dibandingkan Februari 2025, jumlah angkatan kerja dan jumlah penduduk bekerja masing-masing bertambah sebanyak 6.330 orang dan 6.680 orang,” katanya di Palangka Raya, Rabu, 6 Mei 2026.

Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk usia kerja di Kalimantan Tengah pada Februari 2026 mencapai 2.174.140 orang.

Jumlah itu bertambah 30.700 orang dibandingkan Februari 2025.

Dari total penduduk usia kerja tersebut, sebanyak 1.504.520 orang masuk kategori angkatan kerja. Sementara sisanya, yakni 669.620 orang, termasuk bukan angkatan kerja.

BPS juga mencatat Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja atau TPAK Kalimantan Tengah pada Februari 2026 sebesar 69,20 persen.

Angka tersebut turun 0,70 persen poin dibandingkan Februari 2025.

Maria menjelaskan, TPAK merupakan persentase jumlah angkatan kerja terhadap penduduk usia kerja. Indikator ini menggambarkan proporsi penduduk usia kerja yang aktif secara ekonomi di suatu wilayah.

Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional atau Sakernas Februari 2026, terdapat tiga lapangan usaha dengan serapan tenaga kerja terbesar di Kalimantan Tengah.

Sektor pertanian menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan porsi 35,32 persen. Kemudian disusul sektor perdagangan sebesar 13,29 persen dan sektor pertambangan sebesar 10,08 persen.