BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan menyampaikan dukungan penuhnya terhadap rencana pembuatan film kolosal berjudul "Dayak".
Hal ini disampaikan saat beliau menerima audiensi dari tim rumah produksi yang berlangsung di Lobi Markas Besar Polda Kalteng. Menurut Irjen Iwan, kehadiran film yang mengangkat tema budaya ini memiliki makna positif dan strategis.
"Film "Dayak" dinilai dapat menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan kearifan lokal, sejarah, serta nilai-nilai luhur budaya Dayak kepada masyarakat luas, tak terkecuali bagi generasi muda agar semakin mengenal dan mencintai budaya daerahnya," katanya, Kamis, 7 Mei 2026.
Kapolda menegaskan bahwa karya seni dan budaya seperti ini sejalan dengan tugas dan peran Polri dalam menjaga persatuan bangsa serta merawat keberagaman atau kebhinekaan yang ada di Indonesia.
Pengembangan karya yang berakar dari budaya daerah menjadi salah satu cara menjaga kerukunan dan identitas bangsa.
"Polri, khususnya Polda Kalteng, siap mendukung dari sisi keamanan, kelancaran proses syuting, hingga penyediaan narasumber bila diperlukan," tegas Irjen Pol Iwan Kurniawan.
Ia juga berharap, film ini nantinya dapat mengangkat nama baik Kalimantan Tengah serta memperkuat posisi identitas budaya Dayak di kancah nasional.
Sementara itu, perwakilan tim produksi Thoeseng Asang menjelaskan bahwa film kolosal "Dayak" akan mengangkat kisah tentang perjuangan hidup serta filosofi luhur yang dipegang teguh oleh masyarakat adat Dayak.
Tahap persiapan atau pra-produksi ditargetkan dimulai pada pertengahan tahun 2026, dengan melibatkan aktor-aktor lokal serta melibatkan tokoh adat selaku konsultan budaya.
"Saya mengimbau kepada tim produksi agar seluruh proses pembuatan film diharapkan senantiasa mengedepankan keakuratan data sejarah, serta menjunjung tinggi rasa hormat terhadap nilai-nilai adat dan norma yang berlaku di masyarakat, agar pesan yang disampaikan tetap tepat dan bermanfaat," pungkasnya. (PATHUR)









