BORNEONEWS, Palangka Raya - Krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, kian mencapai titik nadir pada Kamis, 7 Mei 2026.
Pemandangan di hampir seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di penjuru kota menunjukkan kondisi yang memprihatinkan, di mana antrean kendaraan meluber hingga ke jalan raya.
Tak main-main, panjang antrean dilaporkan telah mencapai jarak fantastis hingga 3 kilometer, yang mulai mengganggu kelancaran arus lalu lintas kota.
Kelangkaan yang terjadi secara mendadak ini memicu gelombang kepanikan di tengah masyarakat. Warga merasa khawatir pasokan tidak akan mencukupi kebutuhan harian mereka, terutama bagi para pekerja dan pelaku logistik.
Akibatnya, terjadi penumpukan volume kendaraan di titik-titik SPBU sejak dini hari, karena warga berbondong-bondong mengamankan stok bahan bakar mereka sebelum tangki di SPBU benar-benar kosong.
Di SPBU Jalan Seth Adji, kondisi terlihat sangat ekstrem dengan deretan kendaraan yang memenuhi bahu jalan.
Salah satu pengendara roda dua, Damaskus, mengungkapkan keresahannya atas situasi yang dianggap sudah di luar nalar ini.
Ia mengaku terpaksa turun ke jalan dan mengambil posisi antrean sejak pukul 05.00 WIB demi memastikan dirinya bisa mendapatkan bensin untuk beraktivitas sepanjang hari.
"Antreannya sudah tidak masuk akal lagi. Saya rela datang dari jam lima pagi supaya bisa dapat posisi di depan, tapi ternyata sudah banyak juga yang berpikiran sama. Kalau tidak begini, kita tidak bisa kerja karena motor tidak ada bensin," ujarnya dengan nada pasrah saat ditemui di tengah barisan antrean.
Situasi ini tidak hanya menghabiskan waktu produktif warga, tetapi juga menimbulkan efek domino terhadap ekonomi lokal.
Banyak pengemudi ojek daring dan angkutan barang yang mengeluhkan pendapatan mereka menurun drastis karena menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk menunggu giliran di pompa bensin.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti macetnya distribusi BBM di wilayah tersebut.
Warga kini sangat berharap adanya langkah cepat dan konkret dari pemerintah daerah maupun pihak berwenang untuk mengurai kemacetan dan menormalkan kembali pasokan.
Jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut tanpa adanya pengawasan ketat terhadap distribusi, dikhawatirkan kepanikan massa akan semakin meningkat dan berdampak buruk pada stabilitas sosial di Kota Cantik Palangka Raya. (HENDRI)/R
Palangka Raya Krisis BBM, Antrean Panjang hingga 3 Kilometer
Bagikan:

PALANGKA RAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kadistanketpang Palangka Raya Tinjau Penyiapan Lahan Penangkaran Rusa di Kanarakan
BKPSDM Palangka Raya Luncurkan BEBAS dan Ruang MATA, Dorong Ekosistem Pembelajaran ASN yang Terbuka
Kabid SMP Dinas Pendidikan Palangka Raya Tekankan Evaluasi PJJ dan Penguatan Tata Kelola Sekolah
Wali Kota Palangka Raya Ajak Warga Manfaatkan Mobil Oksigen Keliling
BPBD Palangka Raya Kerahkan Alat Berat Percepat Pemadaman Karhutla
Dukcapil Palangka Raya Jalin Kerja Sama dengan IBI Berikan Layanan 3 In 1
Komentar (0)
Memuat komentar…







