PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Antrean panjang bahan bakar minyak atau BBM di Kota Palangka Raya turut berdampak pada layanan darurat.

Mobil Ambulans 112 terpantau di lapangan harus ikut mengantre di SPBU untuk mendapatkan BBM di tengah tingginya antrean kendaraan masyarakat.

Menanggapi kondisi tersebut, anggota DPRD Palangka Raya, Rana Muthia Oktari, mendorong agar layanan ambulans dan kendaraan pelayanan publik mendapat perhatian khusus agar tidak mengalami kendala operasional.

"Layanan ambulans merupakan kebutuhan darurat masyarakat, sehingga harus dipastikan tidak terkendala akibat antrean BBM," ujarnya, Kamis, 7 Mei 2026.

Menurut Rana, pemerintah daerah bersama pihak terkait perlu menyiapkan mekanisme prioritas bagi kendaraan pelayanan kesehatan dan layanan publik lainnya agar tetap dapat beroperasi secara optimal.

Ia menilai, jika ambulans sampai terlambat karena kesulitan mendapatkan BBM, maka hal tersebut dapat berdampak langsung terhadap pelayanan dan keselamatan masyarakat yang membutuhkan pertolongan cepat.

Selain ambulans, Rana juga meminta distribusi BBM untuk sektor pelayanan publik lainnya tetap dijaga agar aktivitas masyarakat tidak terganggu di tengah kondisi antrean yang masih terjadi.

"Kita berharap ada solusi cepat sehingga masyarakat yang membutuhkan layanan darurat tetap bisa terlayani dengan baik tanpa hambatan," tegasnya. (MARINI/j)