SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Perum Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur mencatat serapan gabah kering panen di wilayah Lampuyang mencapai 3.500 ton dengan nilai hampir Rp23 miliar berdasarkan harga saat ini. 

Kepala Perum Bulog Kantor abang Kotawaringin Timur, Muhammad Azwar Fuad menyampaikan bahwa serapan tersebut memberikan kontribusi signifikan berupa aliran dana ke rumah tangga petani setempat.

“Serapan gabah 3.500 ton gabah kering panen di Kotim, khusus di Lampuyang, dengan asumsi harga saat ini hampir Rp23 miliar. Artinya, ada aliran dana ke rumah tangga petani dengan nilai itu yang tentu akan membantu para petani di sana,” ungkapnya, Kamis, 7 April 2026.

Ia menjelaskan dengan melakukan pembelian gabah secara langsung dari petani, Bulog tidak hanya menjamin tersedianya pasokan pangan, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi di tingkat lokal.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa serapan gabah yang dilakukan Bulog mampu menyalurkan dana langsung ke rumah tangga petani, sehingga secara nyata membantu meringankan beban ekonomi keluarga petani.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa pembelian gabah ini juga mendorong petani untuk terus meningkatkan hasil panennya karena harga yang ditawarkan Bulog cukup kompetitif dan terbuka secara resmi. Hal ini mendukung stabilitas harga gabah di pasar lokal dan memberikan kepastian pendapatan bagi petani.

“Dengan serapan yang transparan dan harga yang adil, petani semakin termotivasi untuk mengoptimalkan produksi mereka. Ini sangat penting dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus kesejahteraan petani,” ujarnya.

Ia juga memaparkan target serapan gabah yang dicanangkan yaitu sebanyak 16.000 ton yang berasal dari tiga kabupaten yakni Seruyan, Katingan, dan Kotawaringin Timur. Hingga saat ini, serapan sudah mencapai 8.000 ton, menunjukkan pencapaian 50 persen dari target.

“Target serapan 16.000 ton itu dari tiga kabupaten yaitu Seruyan, Katingan, dan Kotim. Sekarang sudah tercapai 8.000 ton,” ujar Azwar.

Pencapaian ini diharapkan dapat terus meningkat seiring dengan musim panen yang berlanjut sehingga mendorong kesejahteraan petani sekaligus mendukung stabilitas pasokan beras di wilayah Kalimantan Tengah.

Perum Bulog berkomitmen menjaga kelancaran serapan gabah sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pangan dan meningkatkan pendapatan petani di Kotawaringin Timur dan sekitarnya. (DEVIANA/y)