BORNEONEWS, Palangka Raya - Suasana hangat dan penuh keakraban terasa dalam Perayaan Pesta Perak Tahbisan Uskup Palangka Raya, Mgr Aloysius Maryadi Sutrisnaatmaka, MSF, di Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya, Kamis malam, 7 Mei 2026. Gubernur Kalimantan Tengah, H Agustiar Sabran, yang hadir dalam acara tersebut mengaku merasakan kedamaian saat berkumpul bersama para tokoh gereja dan umat Katolik.
Dalam sambutannya, Agustiar menyampaikan kekagumannya terhadap perjalanan panjang pelayanan Mgr Aloysius yang telah memimpin Keuskupan Palangka Raya sejak tahun 2001. Menurutnya, pengalaman dan cerita perjalanan sang uskup menjadi pelajaran penting bagi generasi saat ini dalam membangun daerah ke depan.
“Saya yang baru menjabat satu tahun tiga bulan saja sudah banyak suka dukanya, apalagi Bapa Uskup yang sejak tahun 2001 memimpin. Kita memang harus berpikir ke depan, tetapi sejarah juga perlu dipandang. Makanya saya senang mendengar cerita Bapa Uskup, karena itu bisa menjadi referensi bagi kita untuk membangun masa depan,” kata Agustiar menyampaikan sambutannya.
Ia menilai, salah satu hal paling berharga yang dirasakan dalam kehidupan bermasyarakat di Kalimantan Tengah adalah semangat kebersamaan dan kerukunan yang terus terjaga hingga saat ini.
“Banyak suka dukanya, tetapi yang paling saya senang adalah guyub rukunnya. Kalau kita bisa guyub, bekerja juga jadi tenang,” ujarnya.
Di hadapan para pastor, suster, tokoh umat, dan tamu undangan yang hadir, Agustiar juga melontarkan candaan yang disambut tawa dan tepuk tangan hadirin. Ia menyebut malam itu dirinya merasa berada di tengah orang-orang yang dekat dengan Tuhan.
“Malam ini saya merasa damai sekali karena kumpul dengan para ‘ahli surga’ di sini. Malam ini kita berkumpul dengan orang yang doanya didengarkan oleh Tuhan, semoga kita yang orang biasa juga bisa didengar oleh Tuhan,” ucapnya disambut tawa bahagia dan tepuk tangan hadirin.
Agustiar kemudian mengaitkan suasana kebersamaan tersebut dengan sebuah pepatah yang menurutnya memiliki makna mendalam tentang lingkungan dan pengaruh pergaulan dalam kehidupan.
“Kalau kita berkumpul dengan pemabuk, kita juga bisa jadi pemabuk. Artinya, kalau kita berkumpul dengan para pendoa, kita juga akan menjadi pendoa,” tuturnya.
Ucapan Gubernur disambut hangat para tamu undangan yang memenuhi ballroom hotel. Perayaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pesta Perak Episcopal 25 tahun tahbisan Uskup Palangka Raya yang berlangsung hingga Minggu, 10 Mei 2026. (TESTI PRISCILLA/j)









