BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dua orang sopir truk pengangkut minyak kelapa sawit (CPO), dihajar massa setelah ketahuan, akan mencuri CPO di SP 6, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Senin (2/1/2016) sekitar pukul 17.00 WIB.
Kedua sopir itu bernama M Ludin, Jaiman. Mereka ketahuan warga setelah 'mengencingkan' sebanyak dua drum CPO dari masing-masing tangki truknya, dan membawanya pada penadah di SP 6. Keduanya, bersama Bambang, seorang yang diduga sebagai penadah, yang juga jadi bulan-bulanan massa, kemudian diserahkan massa ke Polres Kobar.
Setelah babak belur dihajar massa, keduanya mengaku ada anggota polisi di Kobar aparat Polres Kobar yang terlibat dalam pencurian ini. Ia menyebut penadah besar yang terlibat adalah warga Kumai berinisial A dan S. Keduanya disebut-sebut sebagai 'pemain lama'.
Kapolres Kobar, AKBP Pria Premos menyatakan akan mencari bukti dugaan keterlibatan aparat polisi di wilayah hukumnya. "Kita cek dulu kebenarannya. Dan kalau benar akan kita proses anggotanya, sesuai aturan Polri," Pria Premos, melalui pesan singkat Senin (2/1/2016) malam. (M IWANUDDIN/B-10)
Dua Sopir Truk dan Seorang Penadah CPO Dihajar Massa
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Pria di Sampit Dilaporkan ke Polres Kotim atas Kasus Asusila terhadap Anak 8 Tahun
Penerbangan di Kalteng Terdampak Karhutla, Kemenhub Minta Penumpang Rutin Cek Jadwal
Kalteng Prioritas Penanganan Karhutla, BNPB: Bantuan Luar Negeri untuk Teknologi Pemadaman
Komentar (0)
Memuat komentar…







