BORNEONEWS, Banjarmasin - Kasus dugaan pembegalan terhadap seorang pedagang bakso di Desa Jilatan, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut, yang sempat menghebohkan warga, ternyata merupakan rekayasa.
Fakta tersebut terungkap setelah pria yang sebelumnya mengaku sebagai korban memberikan klarifikasi di hadapan pihak kepolisian.
Dalam video klarifikasi yang beredar pada Jumat, 8 Mei 2026, pria tersebut mengakui bahwa cerita pembegalan yang sempat ramai diperbincangkan tidak pernah terjadi. Ia menyebut seluruh rangkaian kejadian itu sengaja dibuat sendiri.
“Pembegalan terhadap saya di Desa Jilatan itu semua tidak benar dan hanya rekayasa saya saja, karena terlilit masalah ekonomi. Saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat,” ujar pria tersebut dalam video klarifikasi di Polsek Batu Ampar.
Sebelumnya, pria itu ditemukan warga dalam kondisi tak sadarkan diri di semak belukar di Jalan Dewata, RT 6 Dusun Louk Brajang, Desa Jilatan, Rabu pagi, 6 Mei 2026. Di dekat lokasi, ditemukan pula sepeda motor miliknya, sehingga memunculkan dugaan dirinya menjadi korban pembegalan saat dalam perjalanan menuju pasar.
Informasi tersebut sempat memicu perhatian luas. Warga yang menemukan korban langsung memberikan pertolongan dan mengevakuasinya ke fasilitas kesehatan terdekat sebelum akhirnya dipulangkan ke rumah.
Tak hanya membuat warga geger, laporan tersebut juga sempat memicu penanganan aparat kepolisian. Polisi turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan awal terkait dugaan tindak kriminal tersebut.
Dengan adanya pengakuan tersebut, kasus yang awalnya diduga aksi kriminal kini berubah menjadi perhatian publik lantaran dianggap mempermainkan warga maupun aparat.
Hingga kini belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak kepolisian terkait langkah hukum atau tindak lanjut atas rekayasa laporan tersebut. (SABRIANOOR)









