BORNEONEWS, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah, H Agustiar Sabran, menyoroti kondisi masyarakat di wilayah pelosok yang hingga kini masih menghadapi berbagai keterbatasan.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri Perayaan Pesta Perak Tahbisan Uskup Palangka Raya, Mgr Aloysius Maryadi Sutrisnaatmaka, MSF, di Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya pada Kamis malam, 7 Mei 2026.
Dalam sambutannya, Agustiar mengungkapkan bahwa dirinya masih menemukan persoalan kemiskinan dan rendahnya akses pendidikan di sejumlah daerah pedalaman Kalimantan Tengah. Tidak hanya itu, kondisi rumah ibadah di beberapa wilayah juga disebut masih memprihatinkan.
“Di daerah pelosok itu kemiskinan, kebodohan, semua ada di situ. Rumah ibadah, gereja, masjid, pura, juga dalam keadaan yang memprihatinkan,” kata Agustiar.
Meski demikian, ia optimistis keadaan tersebut dapat berubah apabila semua pihak mau berjalan bersama membangun daerah tanpa memandang perbedaan agama maupun latar belakang.
Menurutnya, semangat kebersamaan menjadi kekuatan utama dalam memperbaiki kondisi masyarakat di pedalaman. “Tetapi jika kita berproses bersama, akan indah pada waktunya,” ujarnya.
Agustiar menilai, peran tokoh agama sangat penting dalam mendampingi masyarakat hingga ke pelosok. Kehadiran gereja, masjid, pura, dan rumah ibadah lainnya bukan hanya menjadi tempat berdoa, tetapi juga tempat membangun harapan dan nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.
Karena itu, dirinya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan gotong royong dalam membangun Kalimantan Tengah. Ia berharap semangat kebersamaan yang terlihat dalam perayaan Pesta Perak Tahbisan Uskup Palangka Raya juga dapat menjadi energi positif untuk membantu masyarakat yang masih hidup dalam keterbatasan.
Perayaan tersebut dihadiri para pastor, suster, tokoh umat, serta jajaran pemerintah daerah. Kegiatan menjadi bagian dari rangkaian syukur 25 tahun tahbisan Uskup Palangka Raya yang berlangsung hingga Minggu, 10 Mei 2026 mendatang.(TESTI PRISCILLA)









