BORNEONEWS, Palangka Raya – Antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU Kota Palangka Raya dikeluhkan para pengemudi ojek online. Mereka mengaku waktu kerja dan pendapatan terganggu akibat harus berjam-jam mengantre untuk mendapatkan BBM.
Salah satu driver ojek online, Rahmadi mengaku kesal karena harus mengantre hingga empat jam untuk mengisi BBM kendaraan motornya di SPBU.
“Kadang sampai empat jam antre. Padahal motor ini dipakai untuk cari penumpang dan kebutuhan sehari-hari,” ujarnya, Jumat 8 Mei 2026
Menurut Rahmadi, lamanya antrean membuat aktivitas kerja para driver terganggu karena banyak waktu habis di SPBU dibanding mencari penumpang di jalan.
Ia berharap kondisi distribusi BBM di Kota Palangka Raya segera normal sehingga pengemudi ojek online dapat kembali bekerja dengan lancar tanpa harus kehilangan banyak waktu akibat antrean panjang.
“Kalau bisa ada solusi di tingkat pengecer juga supaya masyarakat tidak semua menumpuk antre di SPBU,” ujarnya.
Menurut Rahmadi, keberadaan penjual BBM eceran cukup membantu masyarakat, terutama pengendara yang membutuhkan BBM dalam jumlah kecil atau dalam kondisi mendesak tanpa harus menghabiskan waktu lama di antrean.
Ia menilai kondisi antrean saat ini tidak hanya berdampak terhadap penghasilan driver ojek online, tetapi juga mengganggu aktivitas masyarakat yang bergantung pada layanan transportasi harian. (MARINI)









