SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Korem 102/Panju Panjung mempersiapkan lahan untuk pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yon TP) 923/Mentaya di kawasan KM 18 Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Persiapan dilakukan dengan pemasangan patok batas lahan yang akan digunakan untuk pembangunan batalyon tersebut.

"Kami dari Korem 102/Panju Panjung melakukan pengukuran terhadap aset TNI yang dipersiapkan untuk pembangunan Bataliyon TP 923/Mentaya. Ada pun lokasi yang kami ukur itu di luar dari objek yang digugat oleh Kelompok Tani Karya Baru 18," kata Kakum Korem 102/Panju Panjung Mayor Chk. M Gunawan, Jumat, 8 Mei 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan pemerintah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, BPN, dan perwakilan kelurahan setempat. 

Ia menjelaskan, objek perkara yang diajukan kelompok tani tersebut memiliki arah dan lokasi berbeda dengan area pembangunan Yon TP 923/Mentaya berdasarkan SK Bupati.

"Objek yang digugat Kelompok Tani Karya Baru 18 itu berdasarkan SK Bupati arahnya berbeda dengan lokasi yang disiapkan untuk pembangunan Yon TP 923 Mentaya. Jadi, biar seluruh masyarakat jelas, kegiatan kami tidak sama sekali bersinggungan dengan objek perkara. Kami punya dokumen lengkap," tegasnya.

Selain itu, pihak Korem juga telah melakukan klarifikasi kepada pemerintah kelurahan dan kecamatan terkait status lahan yang akan digunakan. Hingga saat ini tidak ditemukan adanya klaim masyarakat terhadap lokasi pembangunan tersebut.

"Kami sudah klarifikasi ke kelurahan dan kecamatan. Untuk lokasi yang mau dibangun tidak ada klaim dari masyarakat, dalam artian dokumen lain tidak ada," ujarnya.

Gunawan menyebut luas lahan yang dipersiapkan untuk pembangunan Yon TP 923/Mentaya mencapai sekitar 75 hektare.

"Luasan yang kami rencanakan untuk persiapan Yon TP sekitar 75 hektare. Setelah dilakukan pematokan, tentunya kami melaksanakan program pemerintah yaitu pembangunan Yon TP," katanya.

Ia menambahkan, pembangunan batalyon tersebut ditargetkan dapat selesai pada 2026 sesuai program yang telah direncanakan pemerintah.

"Target kita harus cepat, tahun 2026 sudah selesai," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/y)