BORNEONEWS, Palangka Raya – Di tengah antrean panjang bahan bakar minyak atau BBM yang masih terjadi di sejumlah SPBU Kota Palangka Raya, Dinas Perhubungan menemukan adanya SPBU di Jalan Mahir Mahar yang tutup lebih awal.
Padahal, sebelumnya telah ada arahan agar operasional SPBU berlangsung hingga pukul 00.00 WIB.
Temuan tersebut menjadi sorotan karena sebelumnya pemerintah daerah bersama PT Pertamina Patra Niaga telah meminta seluruh SPBU tetap beroperasi hingga tengah malam guna mengurai kepadatan antrean masyarakat.
Pelaksana Tugas atau Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya, Hadi Suwandoyo, mengatakan pihaknya bersama tim gabungan melakukan pemantauan langsung ke sejumlah SPBU hingga malam hari sesuai arahan pemerintah daerah.
"Personel kami memonitor beberapa SPBU sampai jam 12 malam. Karena sebelumnya sudah disampaikan bahwa malam ini SPBU buka sampai jam 12 malam," ujarnya, Jumat, 8 Mei 2026.
Namun, dari hasil pemantauan, petugas menemukan SPBU di kawasan Mahir Mahar arah Kalampangan telah menghentikan pelayanan lebih awal. Hadi mengaku langsung turun ke lokasi untuk memastikan laporan tersebut.
"Saya cek langsung CCTV-nya, ternyata tutup sekitar pukul 20.53 WIB," katanya.
Hadi menyebut, pihak pengelola SPBU berdalih pelayanan dihentikan karena petugas sudah kelelahan menghadapi tingginya antrean kendaraan.
Namun, alasan tersebut dinilai tidak tepat mengingat situasi distribusi BBM sedang menjadi perhatian serius pemerintah dan masyarakat.
"Saya sampaikan itu bukan alasan yang mendasar. Saat kondisi seperti ini seluruh SPBU seharusnya tetap buka karena sedang diawasi bersama," tegas Hadi.
Dishub langsung berkoordinasi dengan Pertamina untuk menindaklanjuti temuan tersebut.
Hadi menilai, peristiwa ini menunjukkan perlunya pengawasan lebih ketat terhadap operasional SPBU agar instruksi pelayanan kepada masyarakat benar-benar dijalankan di lapangan, bukan hanya sebatas imbauan administratif. (MARINI/j)









