KUALA PEMBUANG –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Guna memastikan kelancaran distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, personel Satreskrim Polres Seruyan melakukan pengecekan langsung ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah setempat, Jumat, 8 Mei 2026.

Kegiatan monitoring menyasar dua titik utama, yakni SPBU 65742001 Buih Seruyan di Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Seruyan Hilir, serta SPBU 66.742.01 di Jalan Jenderal Sudirman Km 104, Kecamatan Selunuk.

Kasat Reskrim Polres Seruyan Muhammad Affandi menjelaskan, personel di lapangan turut mengimbau setiap pengendara agar menggunakan kode QR sesuai nomor polisi kendaraan yang terdaftar pada aplikasi MyPertamina.

“Kami ingin memastikan BBM bersubsidi benar-benar jatuh ke tangan yang berhak. Penggunaan QR Code menjadi instrumen penting untuk menjaga transparansi penyaluran,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, ketersediaan BBM jenis Pertamax dan Pertalite di kedua SPBU terpantau mencukupi, dengan stok rata-rata berkisar 6.000 hingga 8.000 liter.

Sementara itu, untuk Bio Solar, pihak SPBU telah melakukan pemesanan ke Pertamina dan saat ini menunggu kedatangan pasokan.

Selain itu, diberlakukan pembatasan maksimal pengisian BBM sebanyak 50 liter atau senilai Rp500.000 per kendaraan guna pemerataan distribusi bagi masyarakat.

Meski aktivitas pengisian BBM cukup padat, hasil pemantauan Satreskrim menunjukkan antrean kendaraan tetap aman, tertib, dan lancar.

Berdasarkan koordinasi dengan pengelola SPBU, kapasitas stok yang tersedia diprediksi mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tiga hari ke depan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Polres Seruyan dalam menjaga stabilitas distribusi BBM bersubsidi serta memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal. (FAHRUL/J)