PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – PT Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) berada dalam kondisi aman dan mencukupi.

Sebagai langkah antisipasi terhadap peningkatan antrean di sejumlah SPBU, Pertamina telah menambah pasokan harian hingga 15 persen di atas kuota normal.

Sales Area Manager Retail Pertamina Patra Niaga Kalteng, Donny Prasetya, menjelaskan bahwa fenomena antrean yang terjadi belakangan ini dipicu oleh peningkatan pengisian BBM secara bersamaan oleh masyarakat. Hal ini secara otomatis menyebabkan grafik permintaan melonjak dari angka rata-rata harian.

"Normalnya kebutuhan harian mencapai 180-190 kiloliter (kl) per hari, namun saat ini kami tingkatkan menjadi 200-205 kl per hari. Khusus untuk Pertamax, kami lakukan penambahan pasokan sebesar 10 hingga 15 persen dari kebutuhan normal untuk memastikan pelayanan tetap optimal," ujar Donny.

Menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait ketahanan stok, Donny menegaskan bahwa ketersediaan BBM saat ini berada pada level aman untuk 6 hingga 10 hari ke depan. Ia menekankan bahwa angka tersebut bersifat dinamis dan berkesinambungan.

"Masyarakat tidak perlu khawatir. Stok 6-10 hari itu bersifat dinamis, artinya pasokan terus masuk dan diisi ulang secara terus-menerus, bukan berarti setelah itu habis. Kami pastikan distribusi dari terminal BBM ke 75 SPBU di seluruh Kalteng berjalan lancar," tambahnya.

Pertamina juga memberikan klarifikasi terkait beredarnya isu pembatasan Pertamax menggunakan barcode atau larangan kendaraan tertentu menggunakan Pertalite. Donny menegaskan bahwa informasi tersebut adalah disinformasi yang tidak benar.

"Kami mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan membelinya langsung di SPBU resmi, bukan di pengecer. Jangan sampai ada perilaku panic buying, seperti sudah membeli hari ini lalu besok kembali mengantre," tegasnya. (HERMAWAN DP)