BORNEONEWS, Sampit – Menyikapi prediksi kemarau panjang akibat fenomena El Nino, Perum Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur meningkatkan langkah antisipasi dengan mengoptimalkan serapan gabah sebanyak-banyaknya.
Kepala Perum Bulog Cabang Kotawaringin Timur, Muhammad Azwar Fuad, menyampaikan bahwa selain menyerap gabah, pemerintah juga akan memperpanjang program bantuan pangan dan memperkuat distribusi beras melalui skema SPHP dan pengawasan di pasar.
“Prediksi kemarau, antisipasi Bulog untuk El Nino kami diminta menyerap gabah sebanyak-banyaknya. Kemudian setelah itu atau saat kemarau panjang, pemerintah akan memperpanjang bantuan pangan, memasifkan lagi beras SPHP dan sidak ke pasar,” ungkap Azwar Fuad, Jumat, 8 Mei 2026.
Penyerapan gabah digencarkan sebelum datangnya fenomena El Nino sebagai langkah antisipasi strategis untuk menghadapi potensi dampak negatif kemarau panjang yang seringkali mengganggu produktivitas pertanian. El Nino dapat menyebabkan musim kemarau berkepanjangan dan kekurangan air, yang berisiko menurunkan hasil panen padi di sejumlah wilayah.
Meningkatkan penyerapan gabah sebelum kondisi tersebut terjadi, pemerintah melalui Perum Bulog bertujuan mengamankan pasokan gabah dan beras nasional agar tetap stabil meskipun produksi pertanian menurun akibat cuaca ekstrem.
Selain itu, stok gabah yang cukup memungkinkan Bulog untuk menjalankan program penyaluran bantuan pangan lebih efektif dan memastikan ketersediaan beras berkualitas di pasar melalui mekanisme seperti Beras SPHP dan pengawasan. Oleh karena itu, penyerapan gabah secara masif menjelang El Nino bukan hanya untuk menghadapi tantangan produksi, tetapi juga sebagai langkah menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga bagi masyarakat luas.
Ia menambahkan meskipun dampak El Nino mulai dirasakan di beberapa daerah di Indonesia, kondisi serapan gabah di Kabupaten Kotawaringin Timur diprediksi masih relatif aman dan terkendali dibandingkan wilayah lainnya.
“Pengaruh El Nino terhadap serapan, kalau Kotim sepertinya aman. Tapi daerah lain di Indonesia sudah mulai terdampak,” ujarnya.
Untuk target serapan gabah, Azwar Fuad menjelaskan bahwa target penyerapan gabah kering panen sebanyak 16.000 ton yang meliputi tiga kabupaten, yakni Seruyan, Katingan, dan Kotawaringin Timur. Sampai saat ini, serapan gabah sudah mencapai 8.000 ton atau 50 persen dari target keseluruhan.
“Target serapan 16.000 ton itu dari tiga kabupaten. Sekarang sudah tercapai 8.000 ton,” jelasnya.
Pencapaian serapan yang signifikan diharapkan akan terus meningkat seiring dengan berjalannya musim panen sebelum musim kering di Kabupaten Kotawaringin Timur, sehingga mampu memperkuat kesejahteraan petani dan menjaga stabilitas pasokan beras di wilayah Kalimantan Tengah. (DEVIANA/H)









