PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Kota Palangka Raya terus berupaya mengurai persoalan antrean panjang kendaraan yang dipicu oleh kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam beberapa hari terakhir.

Sebagai langkah konkret selain penambahan kuota, diputuskan bahwa empat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kota Palangka Raya akan mulai beroperasi selama 24 jam penuh untuk melayani masyarakat.

"Kesimpulan dari rapat ini ya, pihak Pertamina maupun pengelola SPBU sepakat akan membuka minimal 4 lokasi yang beroperasi 24 jam," katanya usai rapat koordinasi soal kelangkaan BBM, Jumat, 8 Mei 2026.

Kebijakan ini diambil guna memecah penumpukan kendaraan yang biasanya memuncak pada jam-jam tertentu.

Dengan jam operasional yang lebih panjang, diharapkan warga memiliki waktu yang lebih fleksibel untuk mengisi bahan bakar, sehingga tidak terjadi lagi kepadatan yang meluber hingga ke badan jalan raya dan mengganggu arus lalu lintas.

Penunjukan empat titik SPBU ini telah melalui pertimbangan strategis, terutama yang berada di jalur lintas dan area dengan kepadatan kendaraan tinggi.

Langkah ini juga menjadi jawaban atas keluhan masyarakat yang sering kehabisan stok atau terjebak antrean saat SPBU hendak tutup pada malam hari, padahal kebutuhan mobilitas warga tetap tinggi.

Fairid menekankan bahwa pengawasan ketat akan diberlakukan selama operasional 24 jam ini berlangsung.

Pihak kepolisian dan Satpol PP akan dikerahkan untuk membantu pengaturan lalu lintas serta memastikan keamanan di sekitar lokasi SPBU.

Selain aspek keamanan, para pengelola SPBU diminta untuk memastikan kesiapan personel dan ketersediaan stok yang mencukupi selama masa perpanjangan jam operasional ini.

Koordinasi intensif dengan Pertamina terus dilakukan agar pengiriman pasokan ke empat SPBU tersebut berjalan lancar tanpa hambatan teknis yang berarti di perjalanan. (HENDRI/H)