BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pada saat harga minyak sawit Malaysia membukukan penguatan tahunan terbesar pada 2016, harga minyak kedelai dan biji kedelai India membuka perdagangan 2017 dengan mencatat penguatan.
Selama perdagangan Senin (2/1/2017), harga kedua komoditas India yang menjadi pesaing sawit dan minyak sawit tersebut ditutup di area positif berkat dukungan dari ketatnya pasokan dan tingginya permintaan, kata pelaku pasar seperti dikutip Reuters.
Harga futures minyak sawit kontrak Januari, NSOF7, di National Commodity & Derivatives Exchange Ltd (NCDEX) menguat 1,22 persen menjadi 724,80 rupee ($10,64) per 10 kg hingga pukul 13.00 GMT, sedangkan biji kedelai kontrak Januari, NSBF7, menguat 1,3 persen menjadi 3.068 rupee.
Sedangkan harga gandum India, NWTF7, terus melemah, dengan futures Januari turun menjadi 1.878 rupee, atau turun lebih dari 250 rupee dari level tertinggi yang tercapai pada sekitar dua bulan lalu.
Untuk minyak kanola kontrak Januari, NRSF7, naik tipis menjadi 4.350 rupee per 100 kg, sementara futures jagung, NMZFF7, turun 0,5 persen menjadi 1.421 rupee per 100 kg. (NEDELYA RAMADHANI/m)








