BORNEONEWS, Palangka Raya – Di tengah kondisi antrean panjang dan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kota Palangka Raya, dokter spesialis kebidanan dan kandungan konsultan, Dr. Sigit Nurfianto mengambil langkah sederhana namun dinilai sangat membantu bagi karyawan rumah sakit.
Melalui kebijakan internal di RSIA Yasmin Palangka Raya, pihak rumah sakit menyediakan cadangan 10 liter BBM jenis Pertalite khusus bagi karyawan pengguna sepeda motor yang benar-benar kehabisan bensin saat bertugas. Bantuan tersebut dapat diakses melalui pos satpam rumah sakit dengan ketentuan satu motor mendapat jatah satu liter BBM seharga Rp10 ribu.
Sigit mengatakan, kebijakan tersebut dibuat setelah melihat langsung dampak krisis BBM terhadap para pekerja. Bahkan, ada karyawan yang terpaksa meninggalkan sepeda motornya di rumah sakit karena kehabisan bensin dan tidak mampu mendapatkan BBM di SPBU.
“Kenapa kita buat seperti ini? Kemarin ada karyawan terpaksa motor ditinggal di RS karena kehabisan bensin. Dan saya yakin banyak kantor yang mengalami hal seperti ini,” kata Sigit, Sabtu 9 Mei 2026.
Menurutnya, keberadaan karyawan sangat vital dalam pelayanan rumah sakit, sehingga keterlambatan akibat persoalan BBM dapat berdampak langsung terhadap pelayanan pasien. Karena itu, pihaknya berupaya mencari solusi sementara agar aktivitas pelayanan kesehatan tetap berjalan lancar.
“Bagi rumah sakit, karyawan adalah kunci. Keterlambatan bisa fatal bagi kepentingan pasien,” tegasnya.
Ia berharap, langkah kecil tersebut dapat membantu para tenaga kesehatan dan staf rumah sakit di tengah situasi sulit yang terjadi saat ini. Selain itu, Sigit juga berharap distribusi BBM di Kota Palangka Raya segera kembali normal sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan memperoleh bahan bakar untuk kebutuhan sehari-hari. (MARINI/H)









