BORNEONEWS - Prestasi membanggakan datang dari dunia pendidikan Kota Cantik Palangka Raya. Seorang pendidik dari SDN 2 Petuk Bukit Kecamatan Rakumpit yaitu Qasim Al Qusyairi, S.Pd., Gr berhasil menyabet gelar Juara sebagai 3 Finalis Terbaik Nasional dalam ajang penghargaan "Insan Pendidikan Berdampak 2026" kategori Inovator Pendidikan Formal yang diselenggarakan oleh platform GuruInovatif.id.
Penghargaan berskala nasional ini diberikan sebagai apresiasi atas dedikasi luar biasa dalam menciptakan solusi inovatif yang memberikan dampak nyata bagi ekosistem pendidikan.
Pada Lomba ini Qasim berhasil menyisihkan berbagai kontestan dari seluruh penjuru Indonesia dari jenjang TK sampai SMA dalam acara puncak pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, Sabtu 8 Mei 2026.
Inovasi yang diangkat bertajuk HUMA ITAH. Program ini lahir dari kegelisahan terhadap kondisi SDN 2 Petuk Bukit yang berlokasi di pinggiran kota dan sempat memiliki rapor pendidikan berwarna merah selama bertahun-tahun akibat keterbatasan fasilitas serta tenaga pendidik.
Pilar utama dari inovasi ini adalah aplikasi SI DIKI (Sistem Informasi Digital Keren dan Kreatif). Sebuah platform mandiri berbasis Android yang telah terdaftar HKI (Hak Kekayaan Intelektual).
Aplikasi ini hadir sebagai solusi atas kelangkaan buku paket dengan menyediakan akses sumber belajar digital gratis yang relevan dengan kebutuhan siswa di wilayah pelosok.
Keberhasilan inovasi ini tidak hanya terlihat dari piala penghargaan, tetapi dari perubahan nyata di lapangan yaitu peningkatan mutu berupa Rapor pendidikan sekolah yang bertahun-tahun merah kini bertransformasi menjadi hijau.
Munculnya bibit-bibit juara dengan berbagai prestasi dari tingkat kecamatan hingga provinsi. Dan terciptanya ekosistem sekolah yang bersih dan nyaman melalui gerakan positif harian seperti GASPOL 10 dan Jum'at Barasih.
"Pendidikan adalah tentang menyalakan lilin, bukan sekadar meratapi kegelapan. Jarak geografis dan keterbatasan fasilitas bukanlah penghalang untuk melahirkan inovasi yang berpusat pada siswa," ujar sang pemenang dalam refleksi karyanya.
Kemenangan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh insan pendidikan di Kalimantan Tengah bahwa inovasi tepat guna dapat membawa sekolah di pelosok bersaing di level nasional demi menyongsong Indonesia Emas 2045. (RILIS)









