SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Seekor burung diduga elang yang merupakan satwa dilindungi terlihat terbang bebas di kawasan Taman Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Sabtu pagi, 9 Mei 2026.

Kemunculan burung tersebut menarik perhatian warga yang tengah beraktivitas di sekitar taman kota. Burung itu tampak berputar-putar cukup lama di langit Taman Kota Sampit sekitar pukul 08.30 WIB.

Sejumlah warga yang melihat langsung momen langka tersebut spontan mengabadikannya menggunakan telepon genggam.

Burung diduga elang itu bahkan beberapa kali terlihat terbang rendah mendekati tugu pusat Taman Kota Sampit. Saat itu, di bawah kawasan tugu tengah berlangsung kegiatan lomba mewarnai anak-anak PAUD dalam rangka Hari Kartini dan HUT ke-76 IGTKI.

"Kalau dilihat dari perilakunya itu seperti burung elang," kata Masud, salah satu warga yang sempat merekam kemunculan burung tersebut.

Dari foto dan video yang tertangkap warga, tampak ada benda menyerupai tali serta titik kecil yang terus mengikuti arah terbang burung itu.

Menanggapi kemunculan satwa tersebut, Kepala BKSDA Pos Sampit Muriansyah mengatakan kemungkinan besar burung itu memang jenis elang. Namun pihaknya belum dapat memastikan spesiesnya karena keterbatasan kualitas gambar.

"Sepertinya memang burung elang. Tapi saya tidak bisa identifikasi itu jenis elang apa karena keterbatasan gambar. Namun semua jenis burung elang dilindungi undang-undang," ujarnya.

Ia mengaku bersyukur satwa liar tersebut masih dapat terlihat terbang bebas di wilayah Kota Sampit. "Bersyukur, masih bisa terlihat burung elang terbang bebas di atas Kota Sampit," katanya.

Menurut Muriansyah, burung elang umumnya lebih sering terlihat di kawasan sepi dan tidak jauh dari aliran sungai. Meski demikian, kemunculan elang di kawasan perkotaan bukan sesuatu yang mustahil.

"Wilayah sekitar kota ini sebenarnya bukan perlintasan burung elang. Tetapi kemunculan burung elang di kota ini tidak bisa disebut tidak wajar, hanya jarang saja," jelasnya.

Ia menambahkan, beberapa jenis elang memang terkadang terbang di atas permukiman warga untuk mencari mangsa seperti anak ayam. Hal ini biasanya terjadi di wilayah pedesaan. Muriansyah mengimbau masyarakat agar tidak menangkap maupun melukai satwa dilindungi tersebut apabila kembali terlihat.

"Jika menjumpai burung elang, jangan ditangkap apalagi ditembak. Biarkan saja burung tersebut terbang bebas karena tidak mengganggu siapa pun," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/R)