PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat bersama warga Desa Keraya, Kecamatan Kumai bergotong royong melakukan pemasangan geobag untuk mengantisipasi abrasi pantai. 

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kobar melalui Plt Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar, Andan Santana, mengatakan geobag tersebut merupakan bantuan dari BPBD Kobar yang telah diserahkan pada April 2026 lalu.

“Di Kecamatan Kumai ada dua desa pesisir yang menerima bantuan geobag yakni Desa Keraya sebanyak 100 geobag dan Desa Teluk Bogam sebanyak 200 geobag. Kedua desa ini merupakan wilayah yang sering terdampak abrasi pantai, sehingga bantuan geobag ini sangat penting sebelum terealisasi penahan ombak permanen,” ujar Andan Santana, pada 

Ia menjelaskan, pembangunan penahan gelombang permanen memerlukan anggaran yang cukup besar. Karena itu, BPBD Kobar saat ini masih berupaya memperjuangkan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Menurutnya, pemasangan geobag menjadi solusi jangka pendek yang dinilai efektif untuk mengurangi risiko abrasi pantai, sambil menunggu pembangunan penahan ombak permanen.

Andan menambahkan, pemasangan geobag di dua desa pesisir tersebut harus segera dilakukan, mengingat saat ini wilayah Kobar masih memasuki musim penghujan yang diprediksi berlangsung hingga akhir Mei 2026.

“Diprediksi curah hujan masih terjadi hingga akhir Mei dan saat ini juga sering terjadi angin kencang akibat perubahan iklim. Karena itu kami berharap seluruh geobag bisa segera terpasang demi keselamatan masyarakat,” katanya.

Di Desa Keraya yang menjadi wilayah rawan abrasi kini hanya tersisa tiga kepala keluarga yang masih bertahan, sementara tujuh kepala keluarga lainnya telah direlokasi demi keselamatan.

“Meski saat ini di Desa Keraya tinggal tiga kepala keluarga, pemasangan geobag tetap kami kebut untuk mengurangi risiko abrasi yang dapat membahayakan masyarakat,” tambahnya.

BPBD Kobar juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan bencana, agar selalu waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem.

“BPBD Kobar terus melakukan mitigasi bencana guna mengurangi risiko dan dampak buruk yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti saat ini,” tutupnya. (DANANG)