SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemandangan unik terlihat di kawasan Taman Kota Sampit, Sabtu pagi, 9 Mei 2026. Seorang pemuda berbaju krem duduk santai di kursi lipat di samping sebuah convex mirror atau cermin cembung yang biasanya terpasang di tikungan atau persimpangan jalan.

Namun, cermin cembung yang berdiri di atas tiang putih itu tampak berbeda dari biasanya. Permukaannya dihiasi stiker warna-warni dan diletakkan khusus di area taman kota yang ramai pengunjung.

Ternyata, cermin tersebut bukan perlengkapan lalu lintas, melainkan bagian dari usaha kreatif jasa convex mirror selfie yang kini mulai diperkenalkan di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Usaha unik itu digagas oleh Jakaria, seorang pemuda yang mencoba memanfaatkan tren foto estetik menggunakan cermin cembung yang belakangan viral di media sosial dan populer di sejumlah kota besar.

"Baru mulai dua hari ini, mencoba yang lagi viral di luar daerah dan belum ada di Sampit. Sepertinya saya yang pertama mulai di sini," ujar Jakaria.

Konsep foto menggunakan convex mirror sebenarnya sudah lama ramai di kalangan anak muda. Pantulan cermin yang melengkung menghasilkan efek visual unik sehingga banyak dijadikan spot selfie estetik untuk media sosial.

Tren tersebut muncul dari kebiasaan anak muda berfoto di depan cermin cembung yang terpasang di persimpangan jalan. Melihat peluang itu, Jakaria mencoba mengubahnya menjadi usaha sederhana.

"Ini namanya convex mirror selfie atau selfie di cermin cembung. Pengunjung bisa berfoto menggunakan kamera sendiri, baik ponsel maupun kamera digital," katanya.

Untuk menikmati layanan tersebut, pengunjung cukup membayar Rp5 ribu. Saat ramai, waktu penggunaan dibatasi sekitar tiga menit agar pengunjung lain bisa bergantian. Namun ketika suasana sepi, pengunjung diperbolehkan berfoto lebih lama.

Lapak usahanya juga tidak menetap. Jakaria memilih berpindah-pindah lokasi mengikuti titik keramaian anak muda di Sampit.

Sebelumnya, ia sempat membuka jasa serupa di kawasan Terowongan Nur Mentaya di Jalan Tjilik Riwut, lokasi favorit warga untuk jogging dan berkumpul pada sore hari.

"Kemarin di Terowongan Nur Mentaya, alhamdulillah responsnya bagus karena banyak anak muda jogging di sana," tambahnya.

Dalam satu jam, ia mengaku bisa melayani sekitar enam hingga delapan pengunjung. Sebagian besar datang bersama teman-temannya untuk berfoto kelompok.

Bagi Jakaria, usaha tersebut bukan pekerjaan utama. Sehari-hari ia bekerja di salah satu pusat perbelanjaan modern terbesar di Sampit dengan sistem kerja shift. Saat memiliki waktu luang, ia memanfaatkan kesempatan itu untuk membuka usaha kreatifnya.

"Kalau pas tidak kerja saya buka usaha ini. Yang pasti minggu pagi buka di Taman Kota Sampit saat car free day," bebernya.

Modal yang dikeluarkan pun tidak terlalu besar. Untuk membeli convex mirror lengkap dengan tiang dan perlengkapan tambahan, ia hanya menghabiskan sekitar Rp400 ribu hingga Rp500 ribu.

Tak hanya menyediakan jasa selfie unik, Jakaria juga membuka layanan live drawing atau lukis wajah langsung di lokasi dengan harga mulai Rp10 ribu. (DEWI PATMALASARI/R)