PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, memastikan PT Pertamina menambah pasokan bahan bakar minyak atau BBM jenis Pertamax untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Palangka Raya.

Penambahan pasokan tersebut menjadi salah satu hasil rapat bersama Pemerintah Kota Palangka Raya, Forkopimda, Pertamina, dan pengelola SPBU dalam menyikapi antrean panjang pengisian BBM yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Fairid mengatakan, berdasarkan hasil rapat, Pertamina memastikan pasokan Pertamax ditingkatkan menjadi 205 kiloliter atau KL per hari. Sebelumnya, pasokan sempat berada di angka 170 KL per hari.

“Kemarin mendekati tengah malam dalam keputusan rapat, Pertamina memastikan menambah pasokan BBM Pertamax menjadi 205 kiloliter per hari, dari pasokan dua hari sebelumnya 170 KL per hari,” kata Fairid, Sabtu, 9 Mei 2026.

Menurut Fairid, kebutuhan normal Pertamax di Palangka Raya berada di kisaran 190 KL per hari. Namun pada awal Mei, pasokan yang masuk sempat hanya sekitar 150 KL per hari, sebelum kemudian dibantu suplai dari depo Banjarmasin sehingga meningkat menjadi 170 KL per hari.

Meski ada tambahan pasokan, jumlah tersebut masih belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan normal. Kondisi itu menjadi salah satu penyebab antrean kendaraan di sejumlah SPBU belum terurai.

Fairid menyebut, pemerintah mengambil acuan kebutuhan tertinggi Palangka Raya yang pernah mencapai sekitar 215 KL per hari saat Ramadan. Karena itu, Pertamina diminta memenuhi kebutuhan Pertamax di angka 205 KL per hari.

“Hasil rapat kami mengambil titik tertinggi kebutuhan di Palangka Raya adalah 215 KL per hari, yakni pada saat Ramadan. Maka kita juga minta Pertamina terus menerus memenuhi kebutuhan BBM di angka 205 KL per hari untuk Pertamax. Di sisi lain, untuk Pertalite, Pertamina menjamin stok aman sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Untuk mengurai antrean, seluruh SPBU di Kota Palangka Raya diminta memperpanjang jam operasional mulai pukul 06.00 WIB hingga 01.00 WIB.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan empat SPBU yang akan beroperasi selama 24 jam. Satu di antaranya berada di Jalan Tjilik Riwut Km 12, sementara tiga SPBU lainnya masih dalam koordinasi untuk segera diumumkan.

Fairid juga meminta setiap SPBU memaksimalkan seluruh dispenser atau alat pengisian BBM agar pelayanan kepada masyarakat lebih cepat.

Pengaturan antrean dan lalu lintas di sekitar SPBU akan dibantu unsur pemerintah daerah bersama Forkopimda, termasuk TNI dan Polri.

Sementara itu, untuk pengendara motor yang mengisi Pertalite atau BBM bersubsidi, sementara waktu tidak diwajibkan menggunakan barcode hingga kondisi antrean kembali normal. Namun untuk kendaraan roda empat, pengisian BBM bersubsidi tetap menggunakan barcode.

“Kita target segera kembali normal. Dua hari akan kita lakukan evaluasi berkala dan berkelanjutan. Bagi pihak-pihak yang tidak melaksanakan hasil rapat, pemerintah juga akan melakukan evaluasi khusus dan tegas,” tegas Fairid.

Ia berharap seluruh pihak, terutama Pertamina dan pengelola SPBU, benar-benar menjalankan kesepakatan yang telah diputuskan dalam rapat tersebut.

Sementara itu, Sales Area Manager Retail Kalteng Pertamina Patra Niaga, Donny Prasetya, mengatakan kebutuhan normal Pertamax di Palangka Raya berada di angka 190 KL per hari.

Donny mengakui sempat terjadi keterlambatan suplai Pertamax pada awal Mei. Namun, ia memastikan distribusi Pertalite tetap tersedia dengan kondisi stok aman.

“Mulai hari ini dan seterusnya akan kita banjiri stoknya di angka 205 KL untuk Pertamax. Kalau untuk Pertalite aman, tidak ada masalah stok,” kata Donny.

Ia menjelaskan, antrean panjang di SPBU juga dipengaruhi peningkatan pembelian secara bersamaan, baik untuk Pertalite maupun Pertamax.

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah SPBU di Palangka Raya dipadati kendaraan roda dua maupun roda empat. Antrean bahkan meluber hingga ke badan jalan dan menyebabkan arus lalu lintas di sekitar SPBU menyempit.

Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah bersama aparat turun tangan melakukan pengamanan, pengaturan antrean, serta memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan tetap tertib.