PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan mengambil langkah taktis untuk menjamin kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kalimantan Tengah. Strategi utama yang dilakukan adalah dengan menyiagakan penuh Terminal BBM Pulang Pisau (Pulpis) dan melakukan optimalisasi armada pengangkut.

Executive General Manager (EGM) PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Isfahani, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan respon langsung atas arahan Gubernur Kalteng untuk mengurai antrean yang sempat terjadi di beberapa titik, terutama di Palangka Raya.

Isfahani menjelaskan bahwa selain memaksimalkan operasional terminal di Pangkalan Bun dan Sampit, Terminal Pulpis kini menjadi salah satu garda terdepan dalam mempercepat suplai ke SPBU.

"Kami menyiagakan terminal di Pulang Pisau dan mengkoordinir seluruh armada secara maksimal. Untuk memperkuat kehandalan stok, kami juga mendapat dukungan supply dari Kalimantan Selatan sebagai jalur alternatif tambahan pasokan ke Kalteng," jelas Isfahani, Sabtu malam, 9 Mei 2026.

Data Pertamina menunjukkan ketersediaan stok dalam kondisi sangat aman, di mana stok Pertamax sendiri tercatat mencapai 1,17 juta liter. Lonjakan antrean beberapa hari terakhir disebut dipicu oleh tingginya permintaan pada produk non-subsidi tersebut.

Selain penguatan armada, Pertamina juga merespon usulan Pemerintah Provinsi untuk memperpanjang jam operasional layanan. Dari 17 SPBU yang ada di Palangka Raya, Pertamina mendorong penambahan SPBU yang beroperasi 24 jam.

"Kami berkomitmen mengaktifkan layanan 24 jam di titik-titik strategis agar kondisi antrean kembali landai seperti biasanya. Kami juga meminta pihak SPBU mengoptimalkan jumlah karyawan agar pelayanan kepada konsumen bisa lebih cepat," tambahnya.

Langkah cepat Pertamina ini mendapat dukungan penuh dari jajaran Forkopimda Kalteng. Gubernur Kalteng berharap dengan disiagakannya Terminal Pulpis dan armada tambahan, masyarakat tidak lagi merasa khawatir akan ketersediaan BBM.

Pangdam dan Kapolda Kalteng yang turut memantau situasi di lapangan menegaskan bahwa pengawasan akan terus dilakukan hingga kondisi benar-benar normal. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying) karena jalur distribusi kini telah diperkuat secara berlapis. (HERMAWAN DP)