BORNEONEWS, Banjarbaru - Tim pengabdian kepada masyarakat dari mahasiswa Program Studi Magister Farmasi Universitas Lambung Mangkurat atau ULM mengenalkan pemanfaatan obat-obatan alami dan produk kesehatan berbasis bahan lokal kepada masyarakat Desa Awang Bangkal Barat, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya ULM mendorong pemanfaatan potensi tanaman lokal agar memiliki nilai manfaat bagi kesehatan sekaligus peluang ekonomi masyarakat.
Salah satu mahasiswi yang memberikan edukasi, Nely Rizka Yuninda mengatakan, banyak bahan alami dari tanaman sekitar yang dapat diolah menjadi produk kesehatan, baik untuk obat tradisional, kecantikan, maupun produk perawatan tubuh.
“Banyak bahan alami dari berbagai tanaman bisa diolah menjadi produk kesehatan baik untuk obat maupun produk kecantikan dan sebagainya,” kata Nely, Minggu, 10 Mei 2026.
Dalam kegiatan itu, tim memperkenalkan inovasi minuman kombucha bunga telang. Minuman tersebut dibuat melalui proses fermentasi menggunakan kultur simbiotik bakteri dan ragi atau Scoby.
Scoby dihasilkan dari campuran teh, gula, bunga telang, maupun rosela yang difermentasi selama tujuh hingga 14 hari.
“Minuman ini bisa bermanfaat untuk melancarkan pencernaan, mengandung antioksidan penangkal radikal bebas, serta probiotik alami bagi tubuh,” jelasnya.
Selain kombucha, tim ULM juga mengenalkan produk bedak dingin khas Kalimantan Selatan yang dibuat dari sari buah bengkoang.
Produk kecantikan kulit tersebut bahkan telah mengantongi izin BPOM dan tersedia dalam varian serbuk putih maupun butiran padat.
Koordinator Program Studi Magister Farmasi sekaligus dosen koordinator lapangan, Prof Dr apt Sutomo mengatakan, kegiatan pengabdian ini melibatkan 17 mahasiswa dan didampingi enam dosen.
Menurut Sutomo, kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata peran ULM sebagai Kampus Berdampak. Perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan riset dan inovasi, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.
Ia berharap potensi bahan lokal dapat terus dikembangkan menjadi produk kesehatan bernilai ekonomi, sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Sutomo menambahkan, pengabdian kepada masyarakat merupakan program berkelanjutan yang akan terus dilaksanakan oleh Program Studi Magister Farmasi ULM.
“Kami menyampaikan informasi penting dari hasil riset dosen, mahasiswa, hingga narasumber eksternal yang diharapkan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di bidang kesehatan,” tambahnya.
ANTARA









