JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital atau Kemkomdigi menegaskan pentingnya peran insan pers dalam melawan hoaks dan disinformasi di ruang publik.

Hal tersebut disampaikan dalam momentum peringatan Hari Kebebasan Pers Dunia yang diperingati setiap 3 Mei.

Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya mengatakan, pers memiliki posisi penting sebagai penjaga kebenaran di tengah derasnya arus informasi digital.

“Di Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia kami memandang rekan-rekan pers sebagai benteng pertahanan melawan hoaks dan disinformasi. Para jurnalis kita semua memegang peran kunci untuk menjaga kebenaran di tengah arus informasi yang semakin cepat dan belum tentu terverifikasi,” kata Fifi, Minggu, 10 Mei 2026.

Hal itu disampaikannya dalam acara Fun Walk Hari Kebebasan Pers Dunia 2026 yang dimulai dari Gedung Dewan Pers, Jakarta.

Fifi menuturkan, tantangan dunia jurnalistik saat ini semakin besar. Salah satunya adalah tekanan untuk memproduksi informasi secara cepat di tengah perkembangan teknologi dan media digital.

Karena itu, ia mengingatkan insan pers agar tetap mengutamakan akurasi dalam menyampaikan informasi kepada publik. Menurutnya, kecepatan tidak boleh mengorbankan kebenaran dan kualitas berita.

“Produk jurnalistik harus berorientasi kepada kepentingan dan memberikan manfaat bagi publik di tengah tekanan kecepatan produksi informasi,” ujarnya.

Fifi menambahkan, pemerintah dan insan pers memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga kualitas informasi yang beredar di ruang publik. Kolaborasi dinilai penting agar masyarakat mendapat informasi yang benar, akurat, dan dapat dipercaya.

Terkait pelaksanaan jalan santai dalam peringatan Hari Kebebasan Pers Dunia, Fifi menyebut kegiatan tersebut bukan sekadar olahraga bersama. Menurutnya, kegiatan itu menjadi simbol pentingnya kebersamaan dalam menjaga ruang publik yang sehat.

“Perjuangan untuk kemerdekaan pers itu seperti jalan yang jauh, butuh stamina, butuh konsistensi dan yang paling penting butuh kebersamaan. Kita tidak bisa berjalan sendiri dalam menjaga ruang publik yang sehat,” katanya.

Sementara itu, Dewan Pers menggelar kegiatan jalan santai bertajuk Pers Indonesia: Beradaptasi & Berintegritas. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia sekaligus ruang pertemuan antara insan pers, pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.

Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat mengatakan, kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang inklusif yang memadukan semangat kebebasan pers dengan gaya hidup sehat.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi publik mengenai pentingnya akses terhadap informasi yang akurat.

Melalui momentum tersebut, Dewan Pers menegaskan pentingnya dukungan bersama bagi pers yang merdeka, profesional, dan berintegritas di tengah tantangan disrupsi informasi.

ANTARA