BORNEONEWS, Sampit – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) telah mendaftarkan lebih dari 900 atlet untuk mengikuti ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Ketua KONI Kotim, Alexius Esliter, mengatakan saat ini terdapat 32 cabang olahraga (cabor) aktif di bawah KONI Kotim. Namun, yang akan dipertandingkan pada Porprov nanti sebanyak 29 cabor dan dua cabor berstatus eksibisi.
"Cabor-cabor sementara yang terdaftar ada 32 cabor aktif, tapi yang dipertandingkan 29 cabor dan dua cabor eksibisi. Untuk progres sampai saat ini kita sudah mendaftarkan semua cabor dengan jumlah 900 lebih atlet," kata Alexius Esliter, Minggu, 10 Mei 2026.
Ia menjelaskan, seluruh atlet yang didaftarkan masih menunggu proses verifikasi dari panitia tingkat provinsi sebelum dinyatakan resmi mengikuti Porprov.
Meski persiapan terus berjalan, KONI Kotim mengakui masih menghadapi kendala klasik, yakni pencairan anggaran yang belum terealisasi.
"Kendalanya masih seperti yang dulu, anggaran belum cair. Kami sudah berbincang dengan Kadispora agar dipercepat karena kebutuhan cabor sangat mendesak untuk seleksi dan training center (TC)," ujarnya.
Pihaknya berharap pencairan dana hibah tahap pertama dapat terealisasi paling lambat Juni 2026 agar program persiapan atlet bisa segera dimulai.
Ia menyebut total anggaran hibah yang disiapkan sebesar Rp3 miliar dan akan dicairkan secara bertahap.
"Informasinya pencairan dilakukan tiga tahap. Tahap pertama Rp1 miliar, tahap kedua Rp1 miliar, dan tahap ketiga Rp1 miliar," katanya.
Alexius menegaskan secara administrasi tidak ada persoalan dalam proses penganggaran. Namun, pencairan masih menunggu Surat Keputusan (SK) dana hibah.
"Tidak ada masalah sebenarnya karena semua tahapan sudah dipenuhi. Kemarin hanya SK dana hibah belum dibuat. Itu kewenangan Dispora karena DPA-nya ada di sana," jelasnya.
Ia menambahkan, KONI bertugas melakukan pembinaan dan mempersiapkan atlet agar siap bersaing di Porprov mendatang.
Meski dana awal yang cair nantinya hanya Rp1 miliar, KONI tetap berupaya memaksimalkan persiapan. Apalagi beberapa cabang olahraga dinilai cukup mandiri dalam pembinaan, seperti billiard, pencak silat, dan basket.
"Dengan dana awal Rp1 miliar tentu belum cukup, tapi kami tetap berusaha maksimal. Ada beberapa cabor yang bisa mandiri seperti billiard, silat, dan basket," ujarnya.
Akibat keterlambatan anggaran tersebut, program training center (TC) atlet juga ikut tertunda. Karena itu, KONI Kotim belum berani memasang target dalam Porprov nanti.
"Karena keterlambatan anggaran, TC juga terlambat. Target kami sekarang fokus ikut Porprov dulu. Untuk hasil nanti kita lihat karena persiapan memang sangat minim," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/y)









