BORNEONEWS, Sampit – Dana hibah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) disebut akan dicairkan secara bertahap guna mendukung persiapan atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah di Kotawaringin Barat (Kobar).
Ketua KONI Kotim Alexius Esliter mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu pencairan anggaran yang sangat dibutuhkan cabang olahraga (cabor) untuk proses seleksi dan training center (TC).
"Kendalanya masih seperti biasa, anggaran belum cair. Kami sudah berbincang dengan Kadispora dan meminta agar dipercepat karena kebutuhan cabor sangat mendesak," kata Alexius Esliter, Minggu, 10 Mei 2026.
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), dana hibah KONI Kotim akan dicairkan dalam tiga tahap dengan total anggaran Rp3 miliar.
"Pencairannya bertahap, tahap pertama Rp1 miliar, tahap kedua Rp1 miliar, dan tahap ketiga Rp1 miliar. Jadi totalnya Rp3 miliar," ujarnya.
Menurut Alexius, secara administrasi tidak ada kendala berarti dalam proses pencarian dana hibah. Namun hingga kini, pencairan masih menunggu penerbitan Surat Keputusan (SK).
"Sebenarnya tidak ada masalah, kita semua memenuhi tahapan proses anggaran, jadi tidak ada masalah. Kemarin hanya SK belum dibikin, itu harus ada SK dana hibah. kita menunggu karena itu dari kewenangam ada di dDispora karena DIPA-nya disana," jelasnya.
Ia menegaskan, KONI Kotim fokus melakukan pembinaan dan mempersiapkan atlet agar siap bertanding di ajang Porprov nanti.
Meski dana tahap awal hanya Rp1 miliar, pihaknya tetap berupaya memaksimalkan persiapan atlet. "Dengan dana awal Rp1 miliar tentu belum cukup, tapi kami tetap berusaha maksimal karena ada beberapa cabor yang bisa mandiri seperti basket, silat, dan billiard," katanya.
Alexius mengakui keterlambatan pencairan anggaran berdampak pada molornya program training center atlet. Karena persiapan yang minim, KONI Kotim belum berani memasang target dalam Porprov mendatang.
"Karena keterlambatan anggaran, TC juga terlambat. Target kami sekarang fokus mengikuti Porprov dulu. Untuk hasil nanti kita lihat karena persiapan memang sangat minim," tandasnya.
Adapun KONI Kotim telah mendaftarkan 900 lebih atlet untuk mengikuti Porprov 2026. Saat ini menunggu hasil verifikasi dari panitia provinsi. (DEWI PATMALASARI/y)









