BORNEONEWS, Palangka Raya – Sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang digelar Yayasan Cahaya Harati Nusantara Provinsi Kalimantan Tengah berlangsung di Aula Hapakat Jaya, Kantor Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jalan Ir. Soekarno Komplek Perkantoran Pemerintah Kota Palangka Raya.
Kegiatan tersebut ditujukan kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palangka Raya sebagai bagian dari penguatan wawasan kebangsaan di tengah masyarakat.
Mewakili Pemerintah Kota Palangka Raya, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Alman P. Pakpahan menegaskan bahwa empat pilar kebangsaan merupakan pondasi berdirinya bangsa Indonesia yang harus tertanam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Empat pilar ini harus menjadi darah dan organ tubuh dalam sistem pemerintahan. Semua elemen harus maksimal melaksanakan sosialisasi agar nilai-nilai kebangsaan benar-benar hidup di tengah masyarakat,” ujarnya saat menyampaikan sambutan, Senin 11 Mei 2026.
Alman menilai, penguatan wawasan kebangsaan perlu dimulai sejak usia dini melalui pendidikan yang terstruktur, sistematis, dan masif.
Ia bahkan, menyinggung pentingnya menghadirkan kembali pembelajaran khusus seperti Pendidikan Moral Pancasila (PMP) agar generasi muda memiliki pemahaman kebangsaan yang kuat.
Menurutnya, lemahnya implementasi nilai kebangsaan saat ini dapat dilihat dari berbagai fenomena sosial, mulai dari kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, hingga tindakan kriminal yang melibatkan generasi muda.
“Banyak peserta tes pegawai negeri juga belum maksimal menjawab tes wawasan kebangsaan. Karena itu sosialisasi penting, tetapi implementasinya jauh lebih penting,” katanya.
Ia berharap penguatan empat pilar dapat diterapkan mulai dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi sehingga setiap jenjang pendidikan menjadi pusat pembentukan karakter dan nasionalisme.
“Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat untuk menjaga nilai-nilai kebangsaan tetap kuat,” tandasnya. (MARINI/H)









