SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Perumdam Tirta Mentaya Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melaksanakan commissioning atau uji coba pekerjaan interkoneksi jaringan distribusi air antara wilayah Sampit.

Kegiatan tersebut dilakukan guna meningkatkan kapasitas distribusi air di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Ketapang dan dijadwalkan berlangsung mulai Senin, 11 Mei 2026 pukul 10.00 WIB selama kurang lebih tiga hari.

Selama proses pekerjaan berlangsung, pelanggan di Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang tersebut berpotensi mengalami perubahan tekanan aliran air hingga kualitas air menjadi agak keruh.

Kepala Bagian Teknik Perumdam Tirta Mentaya Kotim, Edy Dyufriadi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bukan penghentian distribusi air, melainkan uji coba jaringan pipa baru yang sebelumnya telah dipasang.

"Bukan distribusinya mati, tetapi kami melakukan uji coba pipa yang telah dipasang sekaligus mencoba menaikkan debit IPA Ketapang," kata Edy Dyufriadi, Senin, 11 Mei 2026.

Lanjutnya, peningkatan debit distribusi di wilayah Mentawa Baru Ketapang dikhawatirkan turut membawa endapan di dalam pipa sehingga menyebabkan warna air menjadi lebih keruh dari biasanya.

"Ketika debit dinaikkan, air dan endapan di dalam pipa bisa ikut terbawa sehingga warna air meningkat atau keruh," ujarnya.

Ia menambahkan, selama proses berlangsung distribusi air tetap berjalan. Hanya saja, instalasi Baamang akan menyesuaikan dengan peningkatan distribusi dari IPA Ketapang.

Pelaksanaan selama tiga hari dilakukan untuk memastikan daerah-daerah yang selama ini mengalami distribusi air kurang maksimal dapat diketahui dan diperbaiki.

"Tujuannya untuk memastikan wilayah mana saja yang distribusi airnya masih kurang agar nantinya bisa kami optimalkan," tambahnya.

Perumdam Tirta Mentaya mengimbau pelanggan di wilayah terdampak agar mengendapkan air terlebih dahulu apabila air yang diterima terlihat keruh.

"Kami mengimbau pelanggan apabila air terlihat keruh, disarankan diendapkan terlebih dahulu hingga kondisi distribusi kembali normal," ucapnya.

Pihaknya menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses commissioning berlangsung dan meminta pengertian masyarakat demi peningkatan layanan distribusi air bersih di Sampit. (DEWI PATMALASARI/H)