PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat membangun Pasar Seni “Kyai Gede” sebagai upaya mendukung pengembangan sektor perdagangan rakyat, UMKM, ekonomi kreatif, hingga penataan kawasan usaha masyarakat yang lebih tertib dan representatif.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Kotawaringin Barat, Fitriyana menyampaikan pembangunan pasar seni tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat promosi produk lokal dan seni budaya daerah.

“Pembangunan Pasar Seni Kyai Gede dilaksanakan sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat dalam mendukung pengembangan sektor perdagangan rakyat, UMKM, ekonomi kreatif, serta penataan kawasan usaha masyarakat yang lebih tertib dan representatif,” ujar Fitriyana, Senin, 11 Mei 2026.

Pembangunan pasar dibiayai melalui APBD Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun Anggaran 2025 dengan total anggaran kurang lebih sebesar Rp2,8 miliar.

Anggaran itu dialokasikan pada Program Peningkatan Sarana Distribusi Perdagangan melalui kegiatan pembangunan dan pengelolaan sarana distribusi perdagangan, serta sub kegiatan penyediaan sarana distribusi perdagangan yang tertuang dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Disperindagkop UKM Kobar Tahun Anggaran 2025.

Fitriyana menyebutkan, pembangunan Pasar Seni Kyai Gede memiliki sejumlah tujuan utama, di antaranya menyediakan sarana perdagangan dan ruang usaha bagi pelaku UMKM dan masyarakat.

Selain itu, pasar seni tersebut juga diharapkan mampu mendukung pengembangan ekonomi kreatif dan seni budaya daerah, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat khususnya di wilayah Kecamatan Arut Selatan, serta menciptakan kawasan perdagangan yang tertata, bersih, nyaman, dan memiliki daya tarik wisata.

Pasar Seni Kyai Gede dibangun di kawasan strategis Jalan Pangeran Antasari, Kecamatan Arut Selatan, yang selama ini menjadi salah satu jalur aktivitas masyarakat dan perdagangan di wilayah tersebut.

“Lokasi ini dipilih karena memiliki potensi untuk berkembang menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat sekaligus ruang promosi produk lokal dan seni budaya daerah,” katanya.

Adapun fasilitas yang tersedia di Pasar Seni Kyai Gede meliputi delapan unit kios usaha, satu unit cafetaria, Tourism Information Center (TIC), ruang Dekranasda, meeting room atau ruang pertemuan, area pelataran usaha dan ruang terbuka, fasilitas kebersihan dan drainase, serta sarana penunjang kenyamanan pengunjung lainnya.

Menurut Fitriyana, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas perdagangan, promosi produk UMKM lokal, pengembangan sektor pariwisata, serta menjadi wadah aktivitas seni dan budaya masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Barat.

"Dalam pengelolaannya nanti, Disperindagkop UKM Kobar juga akan terus melakukan pembinaan kepada para pedagang dan pelaku usaha," Tuturnya.

Pembinaan tersebut meliputi penataan dan pengaturan pemanfaatan kios, peningkatan kebersihan dan ketertiban pasar, pembinaan usaha mikro dan kecil, penguatan promosi produk lokal, hingga peningkatan kualitas pelayanan pasar.

“Kami juga mengharapkan dukungan dari seluruh pihak agar fasilitas yang telah dibangun ini dapat dijaga dan dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan kita bersama,” tutupnya. (DANANG)