SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengerahkan tiga ekskavator untuk membersihkan drainase sebagai langkah antisipasi banjir akibat meningkatnya curah hujan di Kota Sampit.

Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotim, Mentana Dhinar Tistama, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pemeliharaan drainase yang dimulai dari tiga lokasi prioritas dan akan berlanjut secara berkesinambungan.

“Ini kegiatan pemeliharaan drainase untuk antisipasi banjir.  Mulai dari tiga lokasi ini dan akan berlanjut terus,” ujar Mentana di Sampit, Senin.

Pemeliharaan drainase ini dilakukan oleh tim UPTD Jalan, Jembatan, dan Drainase dengan mendahulukan area yang memerlukan penanganan segera agar fungsi drainase kembali optimal. Pengerjaan telah dimulai sejak Sabtu kemarin (9 Mei 2026) dan difokuskan di dua kecamatan di Sampit, yaitu Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang.

Ia mengungkapkan bahwa keberadaan lumpur dan sampah menyebabkan pendangkalan serta menghambat aliran air menuju Sungai Mentaya. Kondisi tersebut memperlambat aliran air dan meningkatkan risiko banjir di kawasan yang rendah.

“Lumpur dan sampah bisa memicu pendangkalan dan menghambat arus air. Dampaknya, aliran air ke Sungai Mentaya menjadi lambat sehingga rawan memicu luapan ke jalan atau perumahan yang posisinya rendah,” jelasnya.

Untuk mempercepat proses pembersihan, dilakukan normalisasi dengan menggunakan alat berat. Terdapat tiga ekskavator yang dikerahkan yaitu ekskavator 130 di Jalan Dewi Satrika, ekskavator Long di ring drain 1 atau Sei Mentawa, serta ekskavator mini di kawasan Christopel Mihing.

“Tiga ekskavator diturunkan hari ini yaitu ekskavator 130 di Jalan Dewi Satrika, ekskavator Long di ring drain 1 atau Sei Mentawa dan ekskavator mini mulai Christopel Mihing,” ucapnya.

Pemeliharaan drainase ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah untuk mencegah banjir di Kota Sampit. Dengan normalisasi saluran, diharapkan curah hujan yang tinggi tidak menyebabkan genangan karena air dapat mengalir lancar ke Sungai Mentaya.

Selain di wilayah perkotaan Sampit, pemeliharaan drainase juga dilaksanakan secara berkala di kecamatan lain, khususnya di wilayah selatan yang rawan banjir akibat permukiman dan kawasan pertanian.

Mentana juga mengimbau masyarakat untuk mendukung upaya pemerintah dengan cara menjaga kebersihan drainase dan tidak membuang sampah sembarangan agar aliran air tidak terhambat saat hujan deras.

“Pemerintah daerah berupaya mengantisipasi agar saat hujan deras tidak sampai terjadi genangan akibat drainase yang kurang lancar. Mudah-mudahan pemeliharaan yang kita laksanakan ini bisa membawa dampak besar mencegah banjir,” pungkas Mentana. (DEVIANA/R)