PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Bupati Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Nurhidayah, resmi meresmikan Pasar Seni Kyai Gede sebagai salah satu upaya mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus pengembangan sektor pariwisata daerah, Senin, 11 Mei 2026.

Peresmian ini menjadi momentum penting dalam menghadirkan ruang baru bagi aktivitas ekonomi, seni, dan budaya masyarakat. Dalam sambutannya, Nurhidayah menegaskan, bahwa pasar tersebut tidak sekadar difungsikan sebagai tempat transaksi jual beli.

“Pasar ini bukan sekadar tempat jual beli, namun lebih dari itu. Pasar Seni Kyai Gede kita harapkan menjadi pusat aktivitas seni dan budaya, serta tempat bagi seniman lokal menampilkan karyanya,” ujarnya.

Ia menambahkan, pasar ini juga diproyeksikan sebagai destinasi wisata baru yang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Kobar. 

“Kami ingin pasar ini menjadi daya tarik baru yang mampu mendukung sektor pariwisata daerah,” kata Nurhidayah.

Lebih lanjut, ia menyebutkan, bahwa Pasar Seni Kyai Gede dirancang sebagai ruang interaksi sosial masyarakat yang nyaman, tertib, dan modern. 

“Pasar ini juga menjadi simbol kebangkitan ekonomi kerakyatan, khususnya setelah berbagai tantangan ekonomi yang kita hadapi dalam beberapa tahun terakhir,” tuturnya.

Meski demikian, Nurhidayah mengingatkan pentingnya pengelolaan yang baik agar pasar tetap hidup dan berkembang. 

“Saya ingin menekankan bahwa keberadaan pasar ini harus diiringi dengan pengelolaan yang baik. Kita tidak ingin pasar ini hanya ramai di awal, tetapi kemudian menurun karena kurangnya pengelolaan,” tegasnya.

Ia pun berpesan kepada seluruh pihak untuk berperan aktif menjaga keberlangsungan pasar. Manajemen dilakukan secara profesional, tertib, dan transparan. Sementara kepada para pedagang, ia mengingatkan pentingnya menjaga kualitas produk, kebersihan, dan pelayanan. 

“Kepada masyarakat, mari kita bersama-sama menjaga fasilitas ini agar tetap nyaman dan berkelanjutan,” imbuhnya. Pemerintah daerah juga akan terus mendorong pengembangan pasar melalui berbagai program. 

“Kami akan mendorong digitalisasi sistem pembayaran dan retribusi, pembinaan UMKM dan pelaku seni, serta promosi pasar seni sebagai bagian dari paket wisata daerah,” jelasnya.

Pembangunan Pasar Seni Kyai Gede sendiri menelan anggaran sekitar Rp2,8 miliar yang bersumber dari program peningkatan sarana distribusi perdagangan tahun anggaran 2025 melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Kabupaten Kobar. 

Program ini bertujuan menyediakan ruang usaha, mendukung ekonomi kreatif, serta meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Arut Selatan.

Pasar Seni Kyai Gede dilengkapi berbagai fasilitas, antara lain delapan unit kios usaha, satu unit kafetaria, Tourism Information Center, ruang Dekranasda, ruang pertemuan, serta area pelataran usaha dan ruang terbuka.

“Kami berharap pasar ini dapat menjadi ikon baru daerah yang dikenal tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga regional bahkan nasional. Dengan sinergi yang kuat, saya yakin hal tersebut dapat kita wujudkan,” pungkasnya.(NURITA)