BORNEONEWS, Jakarta – Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn menyebut 2026 menjadi momentum penting bagi ASEAN dan China untuk merampungkan Pedoman Tata Perilaku atau Code of Conduct (CoC) di Laut China Selatan.
Kao mengatakan, pembahasan CoC terus menunjukkan perkembangan positif. Negosiasi antara ASEAN dan China juga berlangsung rutin setiap bulan untuk menyelesaikan sejumlah isu yang masih menjadi ganjalan.
“Kita sedang mempertahankan momentum. Kita membuat kemajuan nyata untuk menyelesaikan CoC Laut China Selatan,” kata Kao dalam konferensi pers terkait hasil KTT ke-48 ASEAN di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Senin, 11 Mei 2026.
Ia mengaku optimistis CoC Laut China Selatan dapat selesai tahun ini. Menurutnya, intensitas perundingan yang terus berjalan menunjukkan adanya komitmen bersama antara ASEAN dan China untuk menyelesaikan pedoman tata perilaku tersebut.
Kao menjelaskan, meski tidak selalu terlibat langsung dalam setiap tahapan negosiasi, dirinya menerima laporan perkembangan secara rutin. Dari pembaruan tersebut, ia menilai proses perundingan berjalan baik dan mengarah pada kemajuan konkret.
“Saya sangat optimistis bahwa negosiasi CoC akan dapat selesai tahun ini,” ujarnya.
Menurut Kao, jika CoC berhasil diselesaikan pada 2026, maka ASEAN telah memenuhi komitmen yang disepakati dalam KTT ASEAN di Jakarta pada 2023. Saat itu, ASEAN menargetkan penyelesaian negosiasi CoC dalam waktu tiga tahun.
CoC Laut China Selatan dipandang penting untuk memperkuat stabilitas kawasan, mengurangi risiko ketegangan, serta menjadi pedoman perilaku bagi negara-negara terkait di wilayah perairan strategis tersebut.
Sebelumnya, dalam Deklarasi Bersama Pemimpin ASEAN tentang Kerja Sama Maritim yang diteken pada KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, Jumat, 8 Mei 2026, para pemimpin ASEAN sepakat melanjutkan negosiasi CoC Laut China Selatan sesuai hukum internasional, termasuk UNCLOS 1982.
Sementara itu, Duta Besar China untuk ASEAN Wang Qing pada Maret 2026 menyatakan China memiliki kemauan politik yang kuat untuk menyelesaikan CoC Laut China Selatan sesuai target tahun ini.
Wang menilai CoC dapat menjadi landasan penting dalam mengelola sengketa maritim antarnegara serta membangun narasi baru tentang Laut China Selatan, yang selama ini kerap dikaitkan dengan konfrontasi dan ketegangan kawasan.
ANTARA









