BORNEONEWS, Tangerang – Bea Cukai Soekarno-Hatta menggagalkan upaya penyelundupan emas seberat 265,7 gram dengan nilai taksiran sekitar Rp700 juta. Barang tersebut diduga dibawa oleh warga negara India berinisial MTNP, 44 tahun.
Kepala Bea dan Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, mengatakan emas tersebut disembunyikan pelaku di dalam pakaian dalam untuk menghindari pemeriksaan petugas.
“Barang ini rencananya akan terbang dari Bandara Soekarno-Hatta ke Singapura dan nanti akan lanjut ke New Delhi, India,” kata Hengky dalam konferensi pers di Tangerang, Banten, Senin, 11 Mei 2026.
Pengungkapan kasus itu bermula pada Jumat, 8 Mei 2026 sekitar pukul 15.00 WIB di Terminal 3 Keberangkatan Internasional Bandara Soekarno-Hatta.
Saat itu, petugas Bea Cukai Soetta bersama Aviation Security atau Avsec InJourney Airports mencurigai gerak-gerik MTNP yang hendak melakukan perjalanan rute Jakarta atau CGK menuju Singapura atau SIN, sebelum melanjutkan penerbangan ke New Delhi, India.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan. Hasilnya, ditemukan dua bungkus barang bukti berupa butiran emas yang dibalut gluten atau adonan tepung untuk menyamarkan bentuk fisiknya.
“Bungkusan tersebut kemudian disembunyikan di dalam pakaian dalam yang dikenakan tersangka guna menghindari deteksi petugas di area pemeriksaan keamanan,” ujarnya.
Saat ini, MTNP beserta barang bukti emas telah diamankan di Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta untuk proses penyidikan lebih lanjut.
“Kini terduga sudah diamankan untuk lanjutan langkah hukum dan komitmen tegas dari kami,” tutur Hengky.
Atas perbuatannya, MTNP disangkakan melanggar Pasal 102A huruf a Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan.
Dalam aturan tersebut, pelaku penyelundupan terancam pidana maksimal 10 tahun penjara dan denda maksimal Rp5 miliar.
Hengky menegaskan Bea Cukai akan terus memperkuat pengawasan di wilayah perbatasan, termasuk bandara internasional, melalui sistem yang terintegrasi serta sinergi antarinstansi.
“Kami memiliki sistem pengawasan yang terintegrasi, personel yang terlatih, dan sinergi antarinstansi yang solid. Kami akan terus berdiri tegak untuk menjaga perbatasan negara,” katanya.
ANTARA









