PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah, dan Perindustrian atau DPKUKMP Kota Palangka Raya menyebut distribusi MinyaKita di daerah setempat sejauh ini masih berjalan lancar.

Kepala Bidang Perdagangan DPKUKMP Kota Palangka Raya, Fajar Bhakti, mengatakan berdasarkan informasi dari Bulog, pasokan MinyaKita masuk dua kali dalam sepekan.

Jumlah pasokan setiap pengiriman diperkirakan berkisar 700 hingga 1.200 dus.

“Saya belum bisa memastikan, namun berdasarkan informasi dari Bulog bahwa distribusi lancar dua kali seminggu dengan estimasi jumlah 700 sampai 1.200 dus sekali datang,” kata Fajar, Senin, 11 Mei 2026.

Menurutnya, permintaan masyarakat terhadap MinyaKita cukup tinggi. Kondisi itu membuat stok di pasaran bergerak cepat dan produk tersebut kerap lebih cepat habis.

“Memang untuk MinyaKita ini banyak sekali peminatnya,” ujarnya.

Fajar menjelaskan, sesuai ketentuan pemerintah, harga eceran tertinggi atau HET minyak goreng ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter bagi mitra Bulog dan pengecer resmi.

Namun, harga di tingkat pedagang umum berpotensi lebih tinggi karena adanya penyesuaian keuntungan pedagang.

“Secara ketentuan HET diatur sebesar Rp15.700 per liter bagi mitra Bulog pengecer, namun kalau di pedagang mungkin saja harganya dinaikkan sebagai keuntungan pedagang,” jelasnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Palangka Raya terus memantau harga dan distribusi kebutuhan pokok di pasaran. Pemantauan dilakukan untuk memastikan ketersediaan barang tetap aman dan harga tetap terkendali. (MARINI/J)