BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Debora Holdae Veronika Lesa, mendorong para pengrajin benang bintik terus berinovasi agar produk lokal tersebut semakin kompetitif di pasaran.
Menurut Debora, inovasi penting dilakukan agar benang bintik mampu mengikuti perkembangan tren dan kebutuhan pasar. Terlebih, selera generasi muda saat ini cenderung mengarah pada desain yang modern, praktis, dan mudah digunakan dalam berbagai kesempatan.
Meski demikian, ia mengingatkan agar pengembangan produk tetap mempertahankan ciri khas budaya daerah.
“Inovasi perlu dilakukan supaya benang bintik tetap diminati dan mampu bersaing, tetapi identitas budaya lokal jangan sampai hilang,” katanya, Senin, 11 Mei 2026.
Debora menilai benang bintik bukan sekadar produk kerajinan. Lebih dari itu, benang bintik merupakan bagian dari warisan budaya Kalimantan Tengah yang harus dijaga, dikembangkan, dan dilestarikan.
Karena itu, para pengrajin diharapkan mampu memadukan kreativitas, kualitas produk, serta nilai budaya dalam setiap karya yang dihasilkan.
Ia mengatakan, perubahan selera pasar harus dilihat sebagai tantangan sekaligus peluang. Pengrajin dapat menghadirkan produk benang bintik dalam bentuk yang lebih variatif, tanpa meninggalkan motif dan filosofi khas daerah.
Selain mendorong pengrajin, Debora juga meminta pemerintah daerah terus memperkuat dukungan terhadap pengembangan benang bintik. Dukungan tersebut dapat dilakukan melalui pelatihan, promosi, pendampingan pemasaran, hingga perluasan akses pasar.
“Selain itu, kami juga mendorong pemerintah daerah untuk terus mendukung pengembangan benang bintik melalui pelatihan, promosi, dan pendampingan pemasaran agar produk lokal semakin dikenal luas dan mampu memiliki daya saing yang kuat di pasar,” pungkasnya. (MARINI/J)









