PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Badan Sosialisasi MPR RI, Alifudin, memperkuat pemahaman empat pilar kebangsaan bagi guru, tenaga pendidik, mahasiswa, pelaku UMKM, dan sejumlah elemen masyarakat di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Kegiatan sosialisasi tersebut digelar di Aula Hapakat Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya dan diikuti sekitar 150 peserta.

Alifudin mengatakan, sosialisasi empat pilar penting untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. Empat pilar tersebut meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI, serta Bhinneka Tunggal Ika.

“Sosialisasi empat pilar ini untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai dasar kebangsaan, yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu bangsa,” kata Alifudin di Palangka Raya, Senin, 11 Mei 2026.

Anggota MPR dari Daerah Pemilihan Kalimantan Barat I itu menegaskan, penguatan wawasan kebangsaan harus terus dilakukan. Hal ini penting agar masyarakat semakin kokoh menjaga persatuan di tengah perkembangan zaman dan berbagai tantangan sosial.

“Empat Pilar MPR RI adalah fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Jika pilar ini dipahami dan diamalkan pada setiap sendi kehidupan, maka bangsa Indonesia akan tetap kuat menghadapi berbagai tantangan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Alifudin juga menanggapi masukan dari Pemerintah Kota Palangka Raya agar nilai empat pilar kebangsaan dapat diperkuat melalui kurikulum pendidikan secara khusus.

Menurutnya, masukan tersebut akan menjadi bahan penting untuk disampaikan kepada pemerintah pusat.

“Tentu saran dari masyarakat, termasuk Pemda Kota Palangka Raya tentang perlunya kurikulum khusus empat pilar dan harus disampaikan dari PAUD hingga masa kuliah akan menjadi masukan bagi kami dan akan kami teruskan ke pemerintah pusat nantinya,” katanya.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Kota Palangka Raya, Alman P Pakpahan, menilai sosialisasi empat pilar kebangsaan penting dilakukan secara berkelanjutan.

Ia mengatakan, empat pilar merupakan fondasi berdirinya bangsa Indonesia dan harus melekat dalam sistem pemerintahan maupun kehidupan bermasyarakat.

“Sebagai pondasi berdirinya bangsa Indonesia, empat pilar harus menjadi bagian yang melekat dalam sistem pemerintahan maupun kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Alman menambahkan, implementasi nilai kebangsaan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai tersebut harus benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, penguatan karakter kebangsaan perlu dimulai sejak dini melalui dunia pendidikan. Ia mencontohkan, pada masa lalu pendidikan moral dan kebangsaan pernah diperkuat melalui mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila atau PMP.

Karena itu, ia menilai empat pilar kebangsaan perlu kembali diperkuat secara terstruktur dalam kurikulum pendidikan.

Alman juga menyoroti sejumlah tantangan sosial, seperti murid melawan guru dan orang tua, penyalahgunaan narkoba, kenakalan remaja, hingga tindak kriminal. Kondisi tersebut dinilai perlu diantisipasi melalui penguatan karakter dan nilai kebangsaan.

“Fenomena seperti murid melawan guru dan orang tua, penyalahgunaan narkoba, kenakalan remaja hingga tindak kriminal menjadi tantangan yang harus diantisipasi melalui penguatan karakter kebangsaan,” katanya.

Ia berharap sosialisasi empat pilar dapat dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif mulai dari pendidikan anak usia dini hingga perguruan tinggi.

“Setiap jenjang pendidikan diharapkan menjadi pusat penguatan nilai kebangsaan,” kata Alman.

ANTARA