BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atau Disdamkarmat menggencarkan edukasi pencegahan serta penanganan kebakaran kepada berbagai elemen masyarakat.
Salah satu sasaran pelatihan yakni para pekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG.
Pelaksana Tugas Kepala Disdamkarmat Kota Palangka Raya, Urianinu Napulangit, mengatakan tahap awal kegiatan difokuskan kepada pekerja SPPG Jekan Raya Bukit Tunggal 4.
“Tahap awal kami berfokus pada pekerja SPPG Jekan Raya Bukit Tunggal 4. Program penanggulangan kebakaran ini guna meminimalkan dampak kebakaran di bangunan gedung,” kata Urianinu di Palangka Raya, Senin, 11 Mei 2026.
Menurutnya, program mitigasi kebakaran di lingkungan kerja tersebut bertujuan membangun kesiapsiagaan pegawai. Dengan pelatihan itu, para pekerja diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang aman, tanggap, dan siap menghadapi situasi darurat.
“Sejak awal kegiatan, para peserta tampak antusias mengikuti setiap rangkaian materi yang disampaikan Tim Bidang Penyelamatan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapat materi mengenai penyebab umum kebakaran, faktor risiko di lingkungan kerja, serta langkah sederhana untuk mencegah kebakaran dalam aktivitas sehari-hari.
Peserta juga dibekali pengetahuan tentang pentingnya deteksi dini terhadap potensi kebakaran dan langkah cepat yang harus dilakukan saat keadaan darurat. Upaya ini dinilai penting untuk meminimalkan korban maupun kerugian material.
Selain sosialisasi, peserta mengikuti simulasi praktik langsung. Mereka dilatih menggunakan Alat Pemadam Api Ringan atau APAR dengan teknik yang benar, serta melakukan penanganan awal kebakaran akibat kebocoran gas LPG.
“Melalui kegiatan sosialisasi dan simulasi ini, kami berharap para pegawai memiliki pengetahuan dasar serta kemampuan awal dalam menghadapi situasi kebakaran. Penanganan awal yang cepat dan tepat sangat penting untuk mencegah api membesar,” kata Urianinu.
Sementara itu, Plt Kabid Penyelamatan Disdamkarmat Kota Palangka Raya, Agnes, menambahkan edukasi pencegahan kebakaran penting dilakukan karena potensi kebakaran dapat terjadi kapan saja, termasuk di lingkungan perkantoran.
Menurutnya, kantor maupun dapur operasional yang banyak menggunakan peralatan listrik, kompor, dan tabung gas perlu memiliki kesiapan menghadapi risiko kebakaran.
“Kami ingin membangun kesadaran bahwa pencegahan kebakaran bukan hanya tugas petugas pemadam, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Dengan adanya pemahaman dan latihan seperti ini, diharapkan setiap individu lebih siap dan sigap dalam menghadapi kondisi darurat,” katanya.
Agnes berharap pelatihan tersebut membuat peserta lebih tenang, sigap, dan tidak panik saat menghadapi potensi kebakaran, terutama di lingkungan yang menggunakan kompor dan tabung gas.
“Dengan pemahaman yang baik, risiko kebakaran dapat diminimalkan sehingga tidak membahayakan aset, operasional dapur, maupun lingkungan sekitar,” ujarnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini Disdamkarmat Palangka Raya telah menerima tujuh permintaan sosialisasi dan pelatihan dari sejumlah SPPG. Dari jumlah tersebut, enam lokasi telah mendapatkan pelatihan, sementara satu lokasi lainnya masih dijadwalkan.









